“Kami sudah melakukan rapat dengan jajaran Dinas Kebakaran mulai kepala dinas, sekretaris, dan seluruh kabid untuk menginventarisir kebutuhan-kebutuhan,” katanya.
Pemerintah Kota Semarang juga melanjutkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), yang merupakan program pemerintah pusat dan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan sertifikat tanah secara gratis.
Di sisi lain, Mbak Ita mengevaluasi program pariwisata Kota Semarang selama 2023 yang dinilai belum maksimal. Ia menghimbau jajarannya untuk membuat mapping wisata serta pengelolaan wisata berbasis digital. Bukan hanya berupa wisata alam atau wisata event tetapi juga wisata kuliner dan wisata belanja.
“Harapannya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bisa memetakan momentum libur panjang dengan pengelolaan dan penanganan berbasis digital. Karena masyarakat ini kan sekarang itu biasanya merencanakan, umpamanya libur pada saat bulan Juni anak sekolah mau ke mana sih, kalau kita tidak ada informasi berbasis digital, orang akan ketinggalan,” jelasnya.
Perlu digarisbawahi, bahwa sebagai destinasi MICE (meetings, incentives, conventions, dan exhibitions), Kota Semarang harus bisa mengadakan event setiap harinya yang diimbangi dengan kebersihan lingkungan dan fasilitas memadai.
Mbak Ita juga mendorong masyarakat agar lebih welcome kepada wisatawan di Kota Semarang karena mereka tidak sekadar datang untuk berlibur tetapi juga berbisnis dan bekerja.
Di samping program tersebut, empat program prioritas nasional juga masih terus dijalankan Pemkot Semarang. Empat program tersebut yakni pengendalian inflasi, ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, serta target zero stunting.
“Kami akan berupaya melakukan yang terbaik di 2024, agar masyarakat semakin sejahtera dan Kota Semarang semakin hebat tentunya,” imbuhnya. (Ags/Mw)















