Imbas Longsor di Banyumas, KAI Rekayasa Pola Perjalananan Kereta Api

oleh
PT KAI melakukan rekayasa pola perjalanan KA imbas longsor yang menimpa jalur KA di Banyumas. (Foto: Dok KAI)

Semarang – INFOPlus. Perjalanan kereta api (KA) di wilayah Banyumas terganggu imbas longsor di petak jalan Karanggandul – Karangsari. PT KAI terpaksa melakukan rekayasa pola perjalanan KA.

Atas kebijakan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jasa kereta api.

“Ada beberapa KA yang harus dibatalkan perjalanannya dan beberapa KA juga dilakukan rekayasa pola operasi,” tutur Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo, Senin (4/12).

Di wilayah kerja Daop 4 sendiri, Franoto menyebut KA Kamandaka dan KA Joglosemarkerto yang terdampak kejadian longsor Banyumas. Pihaknya melakukan rekayasa operasi dua KA tersebut guna meminimalisir terjadinya keterlambatan perjalanan KA.

KA yang dibatalkan perjalannya meliputi KA 158 Kamandaka relasi Cilacap – Semarang yang harusnya berangkat dari Stasiun Cilacap pukul 05.00 WIB, dan KA 155 Kamandaka relasi Semarang Tawang – Bumiayu yang harusnya berangkat dari Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng pukul 09.22 WIB.

Selanjutnya untuk rekayasa pola operasi, Daop 4 Semarang juga melakukan pemangkasan relasi untuk KA 161 Joglosemarkerto. KA tersebut seharusnya beroperasi dengan relasi Semarang Tawang – Tegal – Purwokerto, menjadi hanya sampai dengan Tegal saja.

Selain itu juga terdapat KA memutar atau pengalihan perjalanan, dari yang seharusnya melewati jalur selatan, dialihkan menuju jalur utara.

Terdapat 9 perjalanan KA yang memutar. Yakni, KA 116 Ranggajati dengan relasi Cirebon – Jember, KA 18 Argo Semeru relasi Gambir – Surabaya Gubeng, KA 88 Fajar Utama Solo relasi Pasar Senen – Solo Balapan.

Kemudian ada KA 246 Bengawan relasi Pasar Senen – Purwosari, KA 142 Fajar Utama Yogya relasi Pasar Senen – Yogyakarta, KA 67 Taksaka relasi Yogyakarta – Gambir, KA 7 Argo Lawu relasi Solo Balapan – Gambir, KA 10 Argo Dwipangga relasi Gambir – Solo Balapan, dan KA 68 Taksaka relasi Gambir – Yogyakarta.

“Dengan berubahnya pola operasi perjalanan kereta api, serta pembatalan beberapa perjalanan KA lainnya, KAI mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa kereta api,” ucapnya.

Bagi para pelanggan yang terimbas perjalanan kereta api yg akan dinaikinya, KAI memberikan kompensasi atas penundaan keberangkatan atau keterlambatan KA akibat adanya tanah longsor tersebut.

Sebagai bentuk kompensasi kepada pelanggan, KAI akan memberikan pengembalian bea tiket hingga 100% tidak termasuk biaya pesan.

“Kami atas nama manajemen dan seluruh jajaran KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pelanggan dan kami sedang berupaya secara maksimal agar seluruh perjalanan KA dapat kembali normal,” tutup Franoto. (Ags/Mw)