Pemkot Semarang Klarifikasi Pengadaan Motor Vario untuk Lurah

oleh
Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memimpin upacara HUT ke-52 KORPRI di Lapangan Simpanglima belum lama ini. Dimomen itu diserahkan secara simbolis motor Vario untuk 177 lurah. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Pemkot Semarang memberi penjelasan anggaran Rp 8 miliar untuk pengadaan motor Vario bagi 177 lurah. Dana tersebut tidak semuanya diperuntukkan bagi pengadaan Vario dinas.

Klarifikasi soal pengadaan motor Vario tersebut disampaikan langsung Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di kediamannya di kawasan Gombel, Minggu (3/12). Penjelasan diberikan untuk memberikan kepastian agar tidak muncul kesimpangsiuran informasi yang bisa menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Mbak Ita, sapaan Wali Kota Semarang, menyampaikan permintaan maaf lantaran tidak menjelaskan rincian anggaran sebesar Rp 8 miliar itu. Tidak hanya untuk pengadaan Vario bagi 177 lurah, tapi anggaran tersebut juga untuk pengadaan barang di Bagian Rumah Tangga Setda.

INFO lain :  Pembangunan Monumen Hoegeng di Pekalongan, Kapolda Jateng: Hoegeng Milik Masyarakat

“Mohon maaf saya menyampaikan Rp 8 miliar itu secara keseluruhan. Saya meluruskan Rp 8 miliar ini tidak hanya untuk pengadaan sepeda motor saja, tetapi juga kebutuhan Rumah Tangga lainnya untuk pelayanan masyarakat,” jelas dia.

Mbak Ita mengatakan, klarifikasi ini juga terkait anggaran pengadaan yang ditetapkan, persisnya senilai Rp 7,931 miliar. Dia mengaku saat membaca besaran angka tersebut dilakukan secara global.

“Melihat dari berita-berita yang mungkin viral, saya mungkin membacanya keseluruhan Rp 7,931 miliar. (Acuan anggaran tiap sepeda motor) harga dealer itu Rp 26.566.732 sehingga total anggaran Rp 4.702.311.564,” jelas dia.

INFO lain :  Paradise Indonesia dan Bina Nusantara Bangun Mall 23Semarang di Marina Semarang

Selain sepeda motor bagi 177 lurah se-Kota Semarang, Bagian Rumah Tangga juga melakukan pengadaan barang untuk kepentingan masyarakat. Seperti pakaian dinas, TV LED, dan alat pemadam api ringan (APAR).

Pengadaan TV LED dilakukan karena kondisi televisi layar datar yang digunakan untuk pemandu informasi masyarakat di Balai Kota Semarang telah buram dimakan usia. Termasuk pengadaan APAR didasari hal yang sama, bahwa tabung alat pemadam api itu sejak 2004 belum pernah diganti.

“Juga motor Lurah itu sudah dipakai sejak 2014. Bayangkan sudah hampir sembilan tahun belum diganti, mengingat sekarang ini banyak pelayanan kepada masyarakat yang mau tidak mau lurah ini sering terjun ke lapangan,” ujarnya.

INFO lain :  Tak Terima Dicicil, Karyawan Sri Ratu Tuntut Pesangon Dibayar Kontan

Pengadaan sepeda motor dan barang rumah tangga lainnya itu bersumber pada APBD Perubahan tahun 2023. Selain itu, faktor Kota Semarang tidak mengalami defisit selama dua tahun terakhir membuat rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dapat mengatur keuangan yang lebih fleksibel.

“Jadi mana-mana yang harus efisien, prioritas dan sebagainya. Sehingga pada saat akhir pembahasan APBD Perubahan dari tim TAPD ini melihat ada anggaran-anggaran yang bisa digunakan untuk kepentingan pelayanan publik, salah satunya sepeda motor,” beber dja.