Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Bambang Suranggono mengaku kegagalan meraih Adipura lebih disebabkan soal pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA). Hingga saat ini pihaknya belum bisa mendongkrak nilai TPA, salah satu parameter penilaian Adipura.
Kondisi tersebut lantaran TPA Jatibarang sudah overload. Ditambah ada penggembalaan hewan ternak dari warga sekitar. Diketahui ada sekitar 1.800 ekor hewan ternak milik 200 peternak di lingkungan Jatibarang. Hal ini membuat nilai TPA di paramater Adipura menjadi nol.
Upaya DLH melakukan pendekatan untuk pindahkan hewan ternak ke Gunungpati disetujui peternak. Namun kembali terkendala dengan masyarakat sekitar yang keberatan dengan masalah bau.
“(Padahal) teknologi sudah kami siapkan untuk menghilangkan risiko bau,” imbuh dia. (Ags/Ts)















