Kendal Digelontor Rp 94,6 M Bankeu Pemprov Jateng

oleh

Semarang – Kabupaten Kendal mendapat gelontoran bantuan keuangan (bankeu) dari Pemprov Jateng sebesar Rp 94,6 miliar. Bankeu tersebut untuk Pemkab Kendal dan kelompok masyarakat setempat.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan bankeu Pemprov Jateng senilai Rp 94.666.750.000. Bantuan tersebut ditujukan untuk beberapa sektor, yakni sektor ekonomi, sosial, pertanian, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita menyerahkan bantuan di beberapa sektor. Ada untuk desa, ada rumah tidak layak huni, bantuan petani, bantuan rumah ibadah kita berikan karena sudah bulan Juni. Harapan kita seluruh anggaran dari negara, dari daerah itu, betul-betul tereksekusi dengan tepat karena ini menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi,” kata Ganjar usai penyerahan bantuan di Kantor Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kendal, Kamis (8/6).

INFO lain :  Pemkot Pekalongan fasilitasi laporan penanaman modal pelaku usaha lokal

Selain menyerahkan bantuan, Ganjar sekaligus ingin melihat langsung progres pemanfaatan bantuan yang diberikan kepada pemerintah daerah hingga pemerintah desa itu. Apakah bantuan itu berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan bermanfaat.

Seperti diketahui, program ini sengaja didesain untuk intervensi, khususnya terkait kesejahteraan masyarakat, peningkatan ekonomi, dan penanganan kemiskinan.

“Contohnya di penurunan angka kemiskinan ekstrem sama program stunting. Maka intervensi-intervensi sudah masuk. Tapi, di samping itu kita tidak boleh melupakan berapa kemudian penyandang disabilitas yang bisa mendapatkan akses ini, sehingga di desa pun mereka musti mendapat perhatian kita.

INFO lain :  Slamet Ambari dan Ubaidillah Raih Penghargaan Duet Terbaik POPCON

Termasuk kemudian kita meminta target-target yang sudah direncanakan oleh kabupaten, oleh desa, dan oleh provinsi ini akankah bisa tercapai akhir tahun ini,” beber dia.

Ganjar menjelaskan, percepatan realisasi bantuan keuangan harus dikerjakan mulai Juni ini. Tujuannya, agar anggaran dan program yang disiapkan benar-benar efektif diterima manfaatnya oleh masyarakat. Sebab, ada kebiasaan percepatan dilakukan ketika sudah memasuki September, sehingga sangat mepet.

INFO lain :  Kawanan Pembobol Minimarket Ditembak

“Saya ambil di tengah bulan ini agar tidak terlambat. Biasanya orang mengejar sudah di September, baru dikebut. Sekarang mumpung masih Juni cepat dikebut, diselesaikan, dieksekusi, agar kemudian anggaran yang kita sediakan betul-betul efektif bisa sampai ke masyarakat. Pesan saya satu, jangan dikorupsi dan jaga kualitas,” beber dia.

Ganjar menambahkan percepatan penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah terus digenjot. Penyerahan bankeu juga menjadi sarana untuk menurunkan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem. Sumber anggaran lain dari Baznas, CSR, filantrop, dan kelompok peduli juga digerakkan.