“Electrifying Agriculture” PLN beri petani efisiensi hingga 90 persen

oleh

Ari juga menambahkan bahwa jangkauan dari program ini diharapkan semakin luas dan sejalan dengan upaya percepatan transisi energi serta mengedepankan prinsip-prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).

“Ke depan kami harap program ini bisa semakin masif lagi sehingga yang selama ini masih terkendala karena BBM, kita ubah menjadi energi listrik, energi yang bersih di seluruh Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta sehingga pelosok kita bisa layani,” ungkapnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo menyatakan dukungannya terhadap program Electrifying Agriculture. Ia berharap bahwa para petani yang berada di pelosok mampu dijangkau untuk turut merasakan manfaat program ini. “Kami mengapresiasi langkah PLN untuk turut memperhatikan sektor agrikultur khususnya di Kabupaten Bantul yang telah menjadi kedaulatan pangan. Kami ingin semakin banyak petani yang dijangkau oleh program ini sehingga produktivitas mereka meningkat dan tingkat kesejahteraan semakin membaik,” imbuhnya.

INFO lain :  Polrestabes Semarang Tangkap 14 Pengedar Narkoba
INFO lain :  Aksi Beli BBM Subsidi Pakai Truk Modifikasi Lalu Dijual ke Industri di Kendal

Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, melalui Program Electrifying Agriculture, PLN turut mendorong sektor pertanian menjadi lebih maju dan modern dengan mengganti alat-alat mesin pertanian berbahan bakar fosil yang mahal dan merusak lingkungan ke peralatan berbasis listrik yang murah dan ramah lingkungan. Hal tersebut sejalan dengan langkah strategis PLN dalam mendukung pengurangan emisi global.

INFO lain :  Proyek Jatidiri Berjalan Sesuai Target

Sumber Antara