Semarang – Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengemukakan bahwa para perempuan bisa menjadi agen-agen perubahan di lingkungan masing-masing serta mendukung upaya pemerintah menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) mengatasi kemiskinan.
“Memang masih banyak PR, khususnya di Kota Semarang. Pertama, kemiskinan,” katanya di sela acara peringatan Hari Kartini di Kota Semarang, Selasa.
Hevearita, yang biasa disapa Ita, menyampaikan bahwa kaum perempuan sekarang tidak harus menghadapi kekangan serta larangan untuk bersekolah dan bekerja sebagaimana pada masa lalu.
“Tentunya kita harus bersyukur ada RA Kartini yang mendobrak. Zaman dulu, wanita dikekang, enggak boleh sekolah. Hanya sebatas konco wingking, sebatas dapur, kasur, dan sumur,” ujarnya.
Pada masa sekarang, ia mengatakan, para perempuan bisa bekerja dan berkarya di berbagai bidang, termasuk berperan dalam pembangunan daerah.
“Era sekarang, perempuan hebat dan berdaya. Saat ini, enggak bisa melarang perempuan berkarya, mempunyai pekerjaan, dan berorganisasi. Tetapi, bagaimana juga bisa menjadi seorang ibu,” katanya.
Dia juga menekankan peran penting perempuan sebagai ibu dalam mencegah stunting pada anak.
“Stunting bukan hanya lahir kekurangan gizi, tidak. Tetapi, karena adanya pernikahan dini, cara edukasi atau pola asuh dari orang tua sendiri, dan sebagainya,” katanya.
Sumber Antara















