Dua warga Mertoyudan Magelang jadi korban Mbah Slamet

oleh

Magelang – Dua orang warga Mertoyudan, Kabupaten Magelang, menjadi korban pembunuhan berencana yang dilakukan Slamet Tohari alias Mbah Slamet (45) yang berkedok dukun penggandaan uang di Desa Balun, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kepala Kepolisian Resor Kota Magelang Komisaris Besar Polisi Ruruh Wicaksono di Magelang, Senin, mengatakan selama ini tidak ada warga Magelang yang melaporkan kasus orang hilang ke polisi.

“Ketika kejadian di Banjarnegara itu kami sudah menyampaikan kepada polsek jajaran untuk memastikan ada tidaknya warga yang kehilangan anggota keluarganya, ternyata tidak ada,” katanya.

INFO lain :  Ruang Sidang FKIP UNS Terbakar

Akan tetapi, setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jateng melakukan identifikasi terhadap korban pembunuhan dukun Slamet, diketahui ada dua orang, yakni seorang ibu dan anaknya yang ternyata berasal dari Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Dua warga Magelang yang menjadi korban itu atas nama Theresia Dewi (48) beserta anaknya Okta Ali Abrianto.

Dari informasi itu, jajaran Polsek Mertoyudan merapat ke rumah korban dan membenarkan karena selama lebih kurang dua tahun tidak ada laporan orang hilang ke kepolisian.

INFO lain :  Puluhan Tahanan Jalani Rapid Test

Ia menuturkan keluarga korban sudah berangkat ke Banjarnegara untuk memastikan temuan tim DVI.

Kapolresta menambahkan pihaknya sudah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berbagai bentuk modus orang yang bisa menggandakan uang.

Menurut dia, sudah banyak contoh kasus yang ujung-ujungnya korban meninggal dunia. Beberapa daerah pernah terjadi kasus serupa, seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

INFO lain :  Kantor Pajak Magelang Sita Rekening Penunggak Pajak

“Masyarakat agar lebih cerdas karena tidak ada zaman sekarang ini yang bisa menggandakan uang. Misalnya, uang Rp1 juta menjadi Rp100 juta, tidak mungkin itu,” katanya.

Kapolresta menimpali, “Kalau mengetahui, misalnya, ada aktivitas mencurigakan ada warga yang mengaku bisa menggandakan uang dan meresahkan, segera laporkan supaya tidak terjadi seperti di Banjarnegara, sudah ada belasan korban baru diketahui, padahal sudah bertahun-tahun.”

Sumber Antara