Mengatasi sampah yang menggunung di TPA Temanggung

oleh

Artinya, itu sudah bisa mengurangi sampah yang tadinya akan dibuang di alam terbuka, sekarang sudah masuk ke sistem meskipun akhirnya membebani TPA.

“Akan tetapi tidak apa-apa, itu tugas negara, membangun TPA itu tugas kami. Yang penting alam ini terselamatkan, tidak menjadi tempat sampah terbuka,” katanya.

Memang tetap menjadi pekerjaan pemkab untuk meningkatkan kapasitas TPA. Masyarakat juga harus diedukasi, melalui gerakan yang betul-betul mengembalikan alur sampah itu ke dalam sistemnya. Hal itu harus terus diperjuangkan dengan berbagai cara.

Oleh karena itu, Dewan Persampahan untuk terus bergiat melalui berbagai cara, baik melalui sosialisasi, edukasi, di fasilitator persampahan kecamatan, fasilitator persampahan desa bekerja sama dengan pemerintah desa maupun melalui gerakan-gerakan edukasi yang lain.

INFO lain :  Raup di Bawah 50 Ribu Suara, Sudah Bisa Jadi Wali Kota

Melalui Dinas Pendidikan, bisa dibuat kurikulum untuk anak TK, SD, SMP yang bisa dipahami oleh anak-anak agar sejak dini mereka mulai sadar untuk menempatkan sampah pada sistemnya.

Jangan sampai sampah itu keluar dari sistem, seperti membuang sampah di halaman, di pinggir jalan, atau di sungai.

Sampah harus masuk sistem meskipun pada akhirnya TPA akan penuh. Itu tidak masalah, yang penting bisa membuat lingkungan lebih bersih.

Guna mengantisipasi agar TPA tidak cepat kelebihan volume sampah, masyarakat harus aktif melakukan pilah sampah sejak dari rumah tangga sehingga yang dibuang ke TPA merupakan benar-benar limbah residu.

INFO lain :  Dam Jebol di Temanggung Butuh Rp3 Miliar

Kalau masyarakat dan seluruh komponen bisa memilah sampah sesuai dengan jenisnya maka nanti TPA akan bisa lebih lama umurnya, tidak sedikit-sedikit kelebihan timbunan sampah.

Kalau sampah sudah terpilah secara benar pasti volume yang sampai ke TPA akan semakin sedikit.

Ia menyampaikan rencananya tahun ini di TPA Sanggrahan akan dibangun tempat pembuangan sampah terpadu dengan menelan biaya lebih dari Rp40 miliar dan dilaksanakan pada 2023 dan 2024.

Pada Hari Peduli Sampah Nasional 2023, tidak henti-hentinya pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, baik itu sampah organik, sampah residu, dan sampah daur ulang.

INFO lain :  Tak Pakai Masker Dihukum Push Up

Kalau masyarakat berpartisipasi aktif dalam upaya pemilahan sampah, maka hanya sampah yang sulit didaur ulang atau sampah residu saja yang masuk ke TPA. Jika sampah sudah terpilah secara benar, pasti volume yang sampai ke TPA akan semakin sedikit.

Kepala DPRKPLH Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana menegaskan kondisi TPA Sanggrahan sudah over load dan akan diupayakan untuk perluasan di zona lima dan zona enam dengan luas sekitar 2,6 hektare.