Pemkab Magelang latih pengelola desa wisata

oleh

Magelang – Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggelar pelatihan pengelolaan desa wisata mulai Selasa hingga 27 Juli 2023 .

Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Mulyanto di Magelang, Selasa, mengatakan bahwa pelatihan yang berlangsung selama 3 hari ini diikuti sebanyak 40 peserta berasal dari pengelola desa wisata di daerah setempat.

Mulyanto menyebutkan pariwisata menjadi salah satu sektor strategis yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam membangun perekonomian nasional maupun daerah.

Kadisparpora menuturkan bahwa kemajuan dan kesejahteraan ekonomi yang makin tinggi telah menjadikan pariwisata sebagai bagian pokok dari kebutuhan atau gaya hidup manusia.

INFO lain :  Temanggung Kembangkan Wisata Berbasis Konservasi Alam

Apalagi, lanjut dia, perkembangan wisata saat ini sudah merambah ke perdesaan yang menawarkan keindahan alam yang ada di desa. Dengan begitu, pengembangan wisata berbasis perdesaan (desa wisata) diarahkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi wisata di perdesaan.

Ia berharap hal itu bisa mencegah terjadinya urbanisasi masyarakat desa ke kota. Pengembangan desa wisata akan mendorong pelestarian alam.

“Melalui pelatihan desa wisata ini kami berharap citra pariwisata di Kabupaten Magelang sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berdaya saing,” katanya.

Hal itu, kata dia, agar terus dibangun melalui berbagai cara sehingga brand image pariwisata akan terus terangkat dan terinformasikan secara luas. Hal ini guna mendorong wisatawan memiliki minat dan motivasi berkunjung ke Kabupaten Magelang

INFO lain :  Desa Banyudono Dicanangkan Sebagai Kampung Pancasila

Dalam pengarahan kegiatan tersebut, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengemukakan bahwa kondisi ekonomi global akan memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan yang masuk ke Indonesia, salah satunya di Borobudur dan kawasan sekitarnya seperti desa-desa wisata di wilayah setempat.

Oleh karena itu, lanjut dia, sumber daya manusia (SDM) di desa wisata harus lebih ditingkatkan dan lebih kreatif sehingga akan ada perputaran ekonomi yang maksimal.

Zaenal mengatakan bahwa kondisi ekonomi dunia pascapandemi COVID-19 sedang tidak baik-baik saja. Maka, kondisi ini menuntut para pelaku wisata di daerah ini harus lebih ekstrakreatif dalam menggerakkan roda perekonomian.

INFO lain :  Proyek tol Bawen-Jogja di Magelang Memasuki Tahap Pengadaan Tanah

“Contohnya menghadirkan pertunjukan seni budaya di desa-desa wisata. Dengan begitu, akan lebih menarik para pengunjung dan memberikan kesempatan pada sektor informal seperti para pedagang kaki lima dan UMKM sehingga roda perekonomian dapat berputar dengan maksimal,” katanya.

Melalui pelatihan pengelolaan desa wisata ini, dia berharap para peserta bisa meningkatkan dan mengembangkan potensi, kapasitas, dan partisipasi masyarakat melalui pembangunan kepariwisataan serta pemangku kepentingan untuk mewujudkan saptapesona dengan menciptakan iklim kondusif kepariwisataan di masing-masing desa wisata yang dikelola.