Budiman Gandi Suparman Serahkan Diri ke Kejaksaan dan Ajukan PK

oleh
Ketua Umum KSP Intidana Budiman Gandi Suparman.

Semarang – Ketua Umum Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana Budiman Gandi Suparman menyerahkan diri ke kejaksaan setelah sempat ditetapkan buron. Terpidana 5 tahun penjara perkara penggunaan akta yang dipalsukan itu ditetapkan buron karena panggilan eksekusi jaksa tak diindahkan.

“Terpidana Budiman Gandi Suparman sudah dieksekusi awal bulan lalu. Dia secara sukarela menyerahkan diri datang ke kejaksaan dan dilanjutkan dieksekusi. Sekarang sudah berada di LP Kedungpane Semarang,” kata Edy Budianto, Kasie Pidum Kejari Semarang kepada wartawan dikonfirmasi, Senin (19/9/2022).

Sebelumnya, kata Kasie Pidum, terpidana sudah dipanggil patut tiga kali untuk dieksekusi, namun selalu mangkir. “Beberapa kali kami juga sudah ke rumah dan ke kantornya. Termasuk meminta bagian Intel melacak. Sampai akhirnya secara sukarela ia menyerahkan diri,” kata dia.

Humas LP Kedungpane Semarang, Fajar Sodik dikonfirmasi perihal pelaksanaan eksekusi terpidana Budiman membenarkannya.

“Terpidana masuk ke Lapas tanggal 8 September 2022. Saat ini yang bersangkutan berada di blok Bima,” kata dia.

Pada 8 April 2022 lalu, Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada Budiman Gandi setelah sempat divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Semarang November 2021 dalam perkara pemalsuan surat tersebut.

Ajukan PK

Informasi yang dihimpun INFOPlus atas perkara itu, Budiman Gandi diketahui langsung mengajukan upaya hukum luar biasa Peninjauan Kembali (PK).

Permohonan tercatat diajukan Budiman ke PN Semarang pada 8 September 2022 bersamaan pelaksanaan eksekusinya.

PK diajukan lewat pengacaranya, Vania Dewi Christanti SH dkk dari Kantor Hukum Legge di Senayan Trade Center Lt.1 Unit 1025 Jl.Asia Afrika Pintu IX Gelora Senayan Tanah Abang Jakpus 10270 dan Law Office Bimaputra & Partner Jl Veteran No 34 Semarang.

“Terkait permohonan PK kami belum mengetahui. Meskipun ada PK, tidak menunda pelaksanaan eksekusi,” kata Edy Budianto menambahkan.

(rdi)