Harga Pertalite Naik, Masih Perlukah Daftar MyPertamina?

oleh
Ilustrasi penggunaan aplikasi My Pertamina.

Jakarta – Pemerintah bakal menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar Subsidi. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga akan menambah kuota kedua BBM tersebut lantaran saat ini kondisi kuotanya skudah sekarat.

Lantas dengan naiknya harga BBM dan kuota ditambah, apakah aturan pembatasan pembelian melalui pendaftaran kendaraan di MyPertamina masih tetap diperlukan?

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro menilai aturan pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar Subsidi melalui Program Subsidi Tepat Sasaran MyPertamina masih tetap dibutuhkan. Sekalipun nantinya harga BBM mengalami penyesuaian harga. “Pembatasan sangat urgen untuk pengaturan subsidi secara tepat sasaran ini jadi penting untuk dilakukan,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (31/8/2022).

INFO lain :  Ketua Umum Kadin Optimistis Ekonomi Makro Indonesia Masih Baik

Menurut Komaidi, berdasarkan apa yang dipaparkan Kementerian Keuangan setidaknya penerima manfaat BBM subsidi sebagian besar berada di desil 4 hingga 10. Artinya, kebanyakan berada di kelompok menengah-kaya, sementara kelompok miskin hanya sedikit. Sehingga sangat masuk akal jika aturan pembatasan diberlakukan.

Namun demikian, ia menyarankan agar aturan pembatasan tidak terlalu kompleks. Misalnya BBM jenis Pertalite hanya diperuntukkan untuk jenis kendaraan roda dua dan angkutan transportasi plat kuning.

INFO lain :  Dipersempit, Mobil yang Boleh Isi Pertalite Hanya 1.400 cc!

“Kalau dilihat untuk pertalite sekitar 70% roda empat, 30% roda dua, jadi kalau hanya boleh roda dua otomatis paling nggak ada 60-70% yang dihemat dan secara teori yang punya mobil kan golongan mampu golongan kaya. nah ini kan butuh keberanian saja dari pemerintah,” ujarnya.

Sedangkan, jika kriteria yang boleh mengkonsumsi Pertalite berdasarkan spesifikasi kendaraan roda empat ber CC di atas 1.500 ia pesimistis implementasinya di lapangan akan berjalan lancar.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyampaikan pendaftar dari Program Subsidi Tepat Sasaran MyPertamina kian hari terus meningkat. “Sampai kemarin sudah tembus 1 juta kendaraan,” ujar Irto kepada CNBC Indonesia, Rabu (31/8/2022).

INFO lain :  Amien Rais Dipolisikan Soal Pernyataan Partai Setan

Sementara itu, di tengah upaya pemerintah mengatur pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar Subsidi melalui Program Subsidi Tepat Sasaran, secara bersamaan pemerintah juga berencana untuk mengerek harga BBM.

Lantas apakah dengan naiknya harga BBM, masyarakat masih perlu mendaftarkan kendaraannya melalui booth pendaftaran yang disiapkan perusahaan, dan juga melalui web subsidi.MyPertamina? Menanggapi hal itu, Irto mengatakan bahwa selama Pertalite dan Solar masih disubsidi maka pembatasan sangat diperlukan.