Jakarta – Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais kembali menjadi sorotan publik di Bumi Nusantara. Amien Rais yang juga menjabat Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Amien Rais resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) serta penodaan agama atas ucapannya yang menyebut partai Allah dan partai setan.
Amien Rais resmi dilaporkan Cyber Indonesia ke Polda Metro Jaya, pada Minggu (15/4/2018) terkait pernyataan dikotomi partai politik, partai Allah dan partai setan. Pernyataan Amien Rais itu dinilai bisa memecah belah persatuan bangsa.
Menurut Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi, pernyataan Amien Rais itu juga bernada ujaran kebencian sehingga harus diproses hukum. Setidaknya ada tiga hal yang dipermasalahkan oleh Cyber Indonesia dalam pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional itu.
Dalam laporannya, Aulia membawa barang bukti berupa artikel pemberintaan yang ditulis oleh sebuah media. Dalam salinan berkas laporan yang dibawa oleh Aulia, tercantum laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/2070/IV/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus, Tanggal: 15 April 2018 dengan nama pelapor Aulia Fahmi, SH
“Mengenai adaya statemen orang tidak bertuhan, statemen partai Allah, statemen Partai Setan,” terang Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi di Polda Metro Jaya, Jakarta.
Menurut Aulia, jika hanya tiga partai yang disebut sebagai partai Allah, dengan demikian, berarti partai lain dianggap adalah partai setan.
“Atau kelompok lain adalah kelompok setan. Maka itu kami melihat di sini sudah ada indikasi, ada dugaan bahwa dia telah berupaya untuk memecah belah persatuan bangsa,” imbuh Aulia.
Adapun pasal yang disangkakan, yakni pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45A Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 (UU ITE) dan atau pasal 156A KUHP.
Sementara itu, dalam pernyataannya sebelumnya, Amien Rais mengatakan saat ini harus digerakkaan seluruh kekuatan bangsa untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai.
“Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan,” kata Amien dalam tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Amien Rais sendiri saat dikonfirmasi usai memberikan tausiyah kemarin enggan membeberkan partai apa saja yang masuk kategori hizbus syaithan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay menyatakan, apa yang disampaikan oleh Amien Rais dalam pengajian di daerah Mampang beberapa hari lalu tidak perlu diperdebatkan, apalagi disilang sengketakan. Pasalnya, menurut Saleh, Amien kala itu jelas-jelas diundang untuk memberi tausyiah keagamaan.
















