Korupsi Bank BJB Cabang Semarang Rp 10,5 Miliar, Mantan AO Diadili

oleh

Semarang – Korupsi di Bank BJB Cabang Semarang dengan kerugian negara ditaksir sekitar Rp 10,5 miliar diduga dilakukan orang dalam. Adhitiya Prasetyo Wibisono SE MM bin Hendrar (27), mantan Account Officer Retail dan Consumer PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. Cabang Semarang diadili atas perkara itu.

Adhitiya, warga Jl.Handayani I Nomor 32 Rt 02 Rw 10 Kel. Sukorejo Kec. Gunungpati Kota Semarang yang tinggal di Kiyageng Gribik Nomor 5C . Kel. Sekaran Kec. Gunungpati Kota Semarang itu dituduh menilep sendiri.

Terdakwa yang kini disidang di Pengadilan Tipikor Semarang disangka telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi sebesar Rp10.598.452.507 yang merugikan keuangan negara.

Angka itu sesui hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan Jawa Tengah.

Dugaan korupsi terjadi atas kredit fiktif dan top up fasilitas kredit Guna Bhakti (KGB) atas 40 debitur BJB Cabang Semarang.

Kasus terjadi sejak September 2019 sampai Oktober tahun 2020. Tanpa persetujuan dan tanpa sepengetahuan masing-masing debitur, terdakwa selaku Account Officer Konsumer atas inisiatif sendiri mengajukan kredit dan top up kredit fiktif.

“Perkara teregister nomor 9/Pid.Sus-TPK/2022/PN Smg,” ungkap Panmud Tipikor Semarang, Endang Widjajanti.

Sesuai surat dakwaan penuntut umum, terdakwa primair dijerat Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Subsidair, Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-undang UU Tipikor jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Kedua, Pasal 9 Jo. Pasal 18 Undang-undang Tipikor jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Perkaranya diperiksa majelis hakim, AA PT Ngr Rajendra (ketua), Rochmad dan Anggraeni (anggota).

Sidang telah memeriksa saksi dan terdakwa dan memasuki pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Kamis, 2 Juni 2022 surat tuntutan dijadwalkan disampaikan.

(rdi)