Pekalongan – Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan Kota, Jawa Tengah, menginisiasi Program Polisi Sahabat Anak guna menghilangkan kesan negatif polisi di kalangan anak-anak.
“Biasanya orang tua akan menakut-nakuti anaknya dengan kata-kata seperti ‘awas ada polisi’ atau ‘jangan nakal nanti ditangkap polisi’. Kesan maupun bayangan tersebut coba kami hilangkan melalui kegiatan bertatap muka dengan anak-anak,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pekalongan Kota AKP Tri Handayani di Pekalongan, Kamis.
Menurut dia, untuk menghilang kesan polisi menakutkan anak-anak berusaha mendekatkan pada mereka guna diajak berkeliling menyambangi ruangan kerja kepolisian, sarana, dan prasarana tugas seperti mobil patroli.
Selain itu, kata dia, pihaknya memberikan edukasi pentingnya mematuhi protokol kesehatan kepada anak-anak karena kasus COVID-19 belum selesai dan disiplin berlalu lintas di jalan raya.
Sekitar 30 anak yang masih belajar di taman kanak-kanak didampingi tenaga pendidik dan pengurus sekolah mendengarkan edukasi petugas Satlantas Polres Pekalongan Kota.
“Ini merupakan langkah edukatif melalui bimbingan dan pemahaman sejak dini pada anak-anak akan pentingnya disiplin berlalu lintas,” katanya.
Tri Handayani mengatakan penyampaian edukasi kepada anak-anak harus mudah dipahami dan butuh kesabaran agar mereka tidak bosan mendengarkan.
“Perlu bahasa yang lugas dan mudah dimengerti, serta diselingi permainan dan nyanyian agar anak-anak mampu meningkatkan minat dan memahami materi yang disampaikan,” katanya.
Ia menambahkan sebagai upaya mendukung percepatan kekebalan komunal (herd immunity), pihaknya mengajak anak-anak tidak takut divaksin dan disiplin memakai masker, jaga jarak, dan sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun.
Sumber Antara
















