“Ciri kanker otak stadium awal bisa berupa gejala fisik dan mental. Selanjutnya gejala dapat berbeda tergantung pada jenis, lokasi, dan stadium kanker otak. Namun, sakit kepala dan kejang sering kali menjadi ciri kanker otak stadium awal. Penangan kanker otak juga tergantung pada tingkat keparahannya.”
INFOPlus – Kanker otak dapat timbul dari berbagai jenis sel otak (kanker otak primer) atau terjadi ketika sel kanker dari bagian tubuh lain menyebar (bermetastasis) ke otak.
Sementara itu, kanker otak sesungguhnya adalah kanker yang muncul di otak itu sendiri. Sering kali pusing hingga kejang menjadi ciri kanker otak stadium awal.
Tingkat kanker otak menunjukkan seberapa agresif kanker itu hidup. Jenis kanker otak menunjukkan jenis sel otak yang memunculkan tumor.
Sedangkan stadium kanker otak menunjukkan tingkat penyebaran kanker. Lantas, seperti apa sih gejala atau ciri kanker otak stadium awal?
Ciri Kanker Otak Stadium Awal
Setiap bagian otak mengontrol fungsi yang berbeda, sehingga gejala kanker otak bervariasi tergantung pada lokasinya. Misalnya, kanker otak yang terletak di otak kecil di bagian belakang kepala dapat menyebabkan masalah dengan gerakan, berjalan, keseimbangan, dan koordinasi.
Jika kanker mempengaruhi jalur optik yang bertanggung jawab untuk penglihatan, maka bisa terjadi gejala perubahan pada penglihatan. Ukuran tumor (sebelum jadi kanker) dan seberapa cepat pertumbuhannya juga memengaruhi gejala yang akan dialami pengidap.
Sakit kepala sering kali menjadi gejala awal kanker otak. Sakit kepala bisa ringan, parah, persisten, atau datang dan pergi. Berikut gejala awal kanker otak:
Sakit kepala. Ini adalah gejala umum yang dialami oleh sekitar 50 persen pengidap kanker otak. Sakit kepala yang parah dan memburuk ketika beraktivitas atau di pagi hari, bisa jadi pertanda kanker otak.
Kejang. Tumor otak bisa mendorong sel-sel saraf di otak yang bisa mengganggu sinyal listrik dan mengakibatkan kejang. Kejang terkadang merupakan gejala awal kanker otak, tapi juga bisa terjadi pada tahap apa pun. Berikut ini jenis kejang yang bisa dialami pengidap kanker otak:
Mioklonik: kedutan otot tunggal atau ganda, tersentak, kejang.
Tonik-klonik: hilangnya kesadaran dan tonik tubuh, yang diikuti dengan kedutan dan relaksasi otot yang disebut kontraksi. Pengidap juga bisa kehilangan kontrol fungsi tubuh, seperti hilangnya kontrol kandung kemih.
Sementara itu, gejala lain kanker otak dapat berupa:
Kejang parah atau ringan.
Kelemahan atau kelumpuhan di bagian tubuh.
Kehilangan keseimbangan.
Iritabilitas umum, kantuk, atau perubahan kepribadian.
Mual dan muntah.
Gangguan penglihatan, pendengaran, penciuman, atau rasa.
Sakit kepala tidak selalu merupakan gejala kanker, tapi sebaiknya segeralah temui dokter bila gejalanya tak kunjung membaik.
Penangan Kanker Otak
Kanker otak dapat ditangani dengan pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi atau terapi steroid, atau kombinasi dari semua perawatan. Beberapa tumor atau kanker otak dapat diangkat seluruhnya dengan pembedahan (kraniotomi). Radioterapi pasca operasi meningkatkan kontrol lokal dan kelangsungan hidup.
Jika tumor atau kanker tidak dapat diangkat, maka tujuan pengobatan adalah untuk memperlambat pertumbuhan dan meredakan gejala dengan mengecilkan tumor dan pembengkakan di sekitarnya.
Dalam beberapa kasus kanker otak, tim medis mungkin memberikan pilihan perawatan paliatif. Perawatan paliatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi gejala kanker.
Selain memperlambat penyebaran kanker otak, pengobatan paliatif dapat menghilangkan rasa sakit dan membantu mengelola gejala lainnya. Perawatan juga mungkin termasuk radioterapi, kemoterapi, atau terapi obat lainnya.
Sumber Halodoc
















