Bos PT Madinah Alam Persada Pengembang Perumahan Diganjar 20 Bulan Penjara

oleh -36 views

Semarang – Slamet Riyadi (35) bin Slamet Gendut, Direktur di PT. Madinah Alam Persada, yang bergerak dalam bidang pengembangan perumahan di Pedurungan Tengah RT 03 RW 06 Kec. Pedurungan Kota Semarang dipidana karena menipu sejumlah pembeli rumah. Slamet diganjar 20 bulan penjara atas perbuatannya itu.

Putusan nomor perkara 434/Pid.Sus/2021/PN Smg dijatuhkan Senin (4/10/2021) kemarin. Slamet Riyadi, warga Jagalan Banteng No. 90 RT 04 RW 04 kel. Jagalan Kec. Semarang Tengah Kota semarang. Ia ditahan dalam tahanan rutan sejak 29 April 2021 lalu.

Slamet Riyadi dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menjual satuan lingkungan perumahan atau lisiba yang belum menyelesaikan status hak atas tanahnya.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 8 bulan,” demikian amar putusan majelis hakim PN Semarang terdiri Siti Insirah (ketua), Joko Saptono dan Abdul Wahib (anggota).

Sebelumnya JPU menuntut pengadilan menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Pasal 154 UU RI No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Sesuai fakta hukum hasil pemeriksaan sidang, terungkap Terdakwa adalah bos di PT. Madinah Alam Persada. Pada tanggal 15 April 2020, telah membeli tanah SHM No. 2712 atasnama Maskuri di Kel. Pedurungan Tengah Rt.03 Rw. 06 Kec. Pedurungan Kota Semarang.

Jual beli tanah berlangsung di kantor notaris Supratman di Jl. Wolter Monginsidi (Samping BKK Genuk) Kota Semarang. Penjual adalah saksi Maskuri, seharga Rp 823,5 juta.

Terdakwa belum melunasinya kepada Maskuri, dan baru membayar Rp 275 juta dari kesepakatan harga Rp 823,5 juta. Sehingga status hak atas tanah tersebut belum Terdakwa selesaikan.

Meskipun Terdakwa belum menyelesaikan status hak atas tanah tersebut, ia telah menjual tanah tersebut kepada saksi Widia Arto Soejitno seluas 60 m2 (6×10) seharga Rp 300 juta. Kepada saksi Lidya Sri Lestari seluas 65 m2 (6.5×10) seharga Rp 300 juta, DP senilai Rp 150 juta dan kepada saksi Soty Kanwilyanti seluas tanah 60 m2 (6×10) seharga Rp 295 juta.

Ketiga saksi korban pembeli itu telah membayar DP dan sisanya akan diangsur selama 7 tahun. Total uang yang diterima Terdakwa dari penjualan tanah dan bangunan dari ketiga konsumen tersebut adalah sejumlah Rp 335.664.800.

Akibat perbuatan Terdakwa, saksi Widia Arto Soejitno, saksi Lidya Sri Lestari dan saksi Soty Kanwilyanti mengalami kerugian sekitar Rp 335.664.800.

(rdi)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.