Kasus Percobaan Pemerkosaan Gadis di Semarang Masuk Pengadilan

oleh -27 views

Semarang – Albert Liestianto bin Deni Liestianto (30), watrga Perum Graha Wahid Milan Blok C No. 11 Rt. 003 Rw. 010 Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang segera diadili atas perkara percobaan pemerkosaan.

“Perkaranya sudah masuk pengadilan dan tercatat nomor 607/Pid.B/2021/PN Smg,” ungkap Noerma Soejatiningsih, Panmud Pidana Umum pada PN Semarang, Kamis (23/9/2021).

Kasus terjadi tanggal 15 Mei 2021 sekira pukul 18.30 WIB di rumahnya. Tindakannya dilakukan terhadap seorang wanita berinisial NVM.

Sebelumnya, kala itu NVM pulang dari Goa Maria Ambarawa dengan mengendarai sepeda motor sendirian. Sesampainya di Jalan Turunan Tanah Putih Semarang tiba tiba korban didekati Albert yang saat itu mengendarai motor Vario H 4121 BPG.

Kepadanya Albert mengaku teman lama korban yang bernama Andi. Korban yang merasa mempunyai teman lama yang bernama Andi mau diajak Albert mampir ke Coffeeshope Lakon Kopi di daerah Lamper Semarang.

Di sana, Albert menawarinya sepatu dan mengajak korban ke rumahnya. Di rumah Albert, korban langsung diajak masuk ke ruang tamu. Tiba tiba ia langsung menutup pintu serta mengunci pintu rumah.

Korban diminta duduk di ruang tamu lalu memfoto kakinya dengan alasan sebagai gambaran ukuran sepatu.

Gelagat Mencurigakan

Korban yang melihat gelagat mencurigakan pada diri terdakwa lalu meminta pulang. Akan tetapi Albert mengaku lupa menaruh kunci pintu rumah.

Korban merasa takut berusaha meminta bantuan dengan mengirim pesan dan membagi lokasinya melalui chat whatsapp group ke teman-temannya.

Dia membuat status di whatss app bertuliskan diculik. Teman korban bernama Anang lalu menghubungi korban dan memvideo callnya. Namun tiba-tiba Albert merampas handphonenya dan membanting.

Korban NVM ditarik ke kamarnya dan disuruh duduk di lantai dengan posisi kedua lututnya ditekuk. Albert memukul dan menginjak wajah serta dada korban hingga berkali-kali.

Ia mengambil pisau, mengancam, menyuruh korban berbaring dan memaksa melepas baju dan pakaian dalamnya.

Penis Tidak Ereksi

Usai melepas bajunya sendiri Albert menindih korban dan berusaha memasukkan penisnya ke dalam vagina korban. Akan tetapi karena penis tidak ereksi selanjutnya ia memasukkan jarinya ke dalam vagina korban sambil meraba raba payudaranya.

Albert yang jengkel dan kesal karena penisnya tidak tegang kemudian menyuruh korban memakai baju.

Tak selang berapa lama mereka didatangi petugas kepolisian dan teman-teman korban. Albert ditangkap dan ditahan.

Di perkaranya Albert dijerat Pasal 289 KUHP dan kedua Pasal 351 Ayat (1) KUHP.

(rdi)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.