Selundupkan 23 Paruh Buruh Rangkong Gading, Herman Dipidana 1 Tahun Penjara

oleh -71 views

Semarang – Penyelundupan 23 buah paruh burung rangkong gading (Rhinoplax Vigil) dilakukan Herman bin Meggu (40), warga asal Kalimantan Tengah.

Ia yang ditangkap dan ditahan pada 10 Februari 2021 itu dinyatakan terbukti bersalah oleh Pengadilan Negeri Semarang.

Majelis hakim pada 1 Juli 2021, Eko Budi Supriyanto (ketua), Joko Saptono dan Achmad Rasyid Purba (anggota) menyatakan ia bersalah sesuai Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) Huruf D Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Bersalah melakukan tindak pidana memperniagakan, menyimpan bagian-bagian lain satwa yang
dilindungi sebagaimana dalam dakwaan; Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda sebesar Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan,” kata hakim pada amar putusannya.

Vonis hakim itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejari Kota Semarang yang menuntut agar ia dipidama 1 tahun dan 6 bulan penjara. Serta denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Satwa Dilindungi

Terdakwa Herman ditangkap karena membawa 23 buah paruh burung rangkong gading (Rhinoplax Vigil) pada Selasa tanggal 9 Februari 2021 pukul 10.45 Wib di Bandara Ahmad Yani Semarang.

Kasus berawal sekitar November 2020 Terdakwa mendapat pesanan dari Yayat, warga Wajo, Sulawesi Selatan yang memintanya mencarikan paruh kepala burung rangkong gading. Ia berjanji memberikan keuntungan Rp 500 per buah/ paruh.

Januari 2021 Terdakwa memesan paruh kepala burung burung rangkong gading kepada Roni di Kec. Pino Kab. Melawi Prov. Kalimantan Barat. Roni lalu datang memberi 7 buah paruh.

Pada 5 Februari 2021, Yayat mengirim uang muka pembayaran paruh burung rangkong gading ke rekening BRI Terdakwa Rp 15 juta. Uang itu diteruskan ke Roni.

Pada 7 Februari 2021 Roni datang
ke rumah Terdakwa mengantar 16 buah paruh burung rangkong gading jadi keseluruhan terkumpul 23 buah.

Pada 9 Februari 2021 Terdakwa berangkat dari bandara Iskandar Pangkalan Bun Kalimantan menuju Semarang dengan menggunakan peswat Nam Air.

Saat keluar pintu bandara ia diamankan petugas Balai Karantina Pertanian I Semarang.

Kepada petugas, Terdakwa mengakui membawa dan memiliki 23 buah paruh burun grangkong gading untuk dijual kembali seharga Rp 35 juta atau berharap keuntungan Rp 8 juta.

(rdi)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.