Korban Meninggal dari Klaster Takziah di Sragen Bertambah!

oleh -97 views

Sragen – Korban meninggal akibat COVID-19 dari klaster takziah (layatan) di Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Jawa Tengah, bertambah. Satu dari 38 warga positif Corona yang saat ini menjalani karantina mandiri, meninggal dunia.

“Benar tadi ada satu warga meninggal. Yang bersangkutan merupakan salah satu dari 38 warga yang saat ini menjalani karantina mandiri,” ujar Kepala Desa Jetis, Sumiyar, Rabu (5/5/2021).

Sumiyar menyebut, warga yang meninggal tersebut sudah berusia lanjut. Sebelum dinyatakan positif terpapar virus Corona, warga tersebut memiliki riwayat penyakit asam lambung.

“Sudah sepuh usianya hampir 70 tahun, memang dari awal mengeluhkan sakit asam lambung,” terangnya.

Pihak bidan desa, lanjut Sumiyar, sebenarnya telah menyarankan yang bersangkutan untuk menjalani karantina di Technopark. Namun yang bersangkutan menolak dan memilih tetap menjalani karantina di rumah.

“Sudah sempat diperiksa bidan desa, disarankan untuk dikarantina di Technopark. Namun karena sudah sepuh yang bersangkutan menolak, keluarganya juga keberatan,” urainya.

Sumiyar mengatakan, sebelum meninggal warga tersebut masih sempat melapor ke pihak bidan desa. Bidan desa pun sempat memberikan perawatan.

“Jadi tadi pagi sekitar pukul 05.00 WIB, bu bidan sudah datang ke rumah dan memberikan perawatan. Sempat sarapan, setelah itu meninggal dunia,” kata dia.

Dengan meninggalnya satu warga ini, lanjut Sumiyar, saat ini masih ada 37 warga Desa Jetis yang menjalani karantina mandiri. Sumiyar menyebut, 37 warga tersebut dalam kondisi baik.

“37 warga yang masih karantina kondisinya sehat semua. Kalau tidak salah masa karantinanya selesai 11 Mei mendatang,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus positif virus Corona atau COVID-19 yang bersumber dari klaster layatan (takziah) muncul di Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Jawa Tengah. Tak kurang 38 warga dinyatakan positif Corona, dan satu warga meninggal dunia dalam kondisi terpapar COVID-19. Dengan tambahan satu warga yang meninggal, jumlah warga meninggal dunia dari klaster takziah ini menjadi dua orang.

Sumber Detik

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.