Penanganan Corona di Ponpes Harus Diikuti Program Konkret

oleh
oleh
Ketua FPKB DPRD Jateng Sarif Abdillah (dua dari kiri) saat memberikan cindera mata kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Ketua FPKB DPRD Jateng Sarif Abdillah (dua dari kiri) saat memberikan cindera mata kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga hadir dalam FGD itu mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di provinsi ini hampir mendekati angka 100 ribu.

“Data ini terus kita input. Memang sempat ramai, karena ada data yang berbeda dengan pusat. Saya langsung telepon pusat klarifikasi, sekaligus ajak untuk lakukan validasi bersama,” ungkapnya.

Saat ini, jelas Ganjar, sebanyak 62.560 dosis vaksin Sinovac telah tiba di Jateng. Ganjar menerangkan vaksinasi rencananya dilakukan pada 14 Januari nanti.

INFO lain :  Guru Tak Boleh Menyamaratakan Kemampuan Siswa

“Target pertama adalah tenaga kesehatan dan personel penunjang di seluruh fasilitas kesehatan. Kemudian tahap kedua nanti untuk pelayanan publik,” jelasnya.

Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid menilai, pesantren sudah menjalankan berbagai hal yang berkait dengan protokol kesehatan. Dia mencontohkan, saat ini mereka yang sudah di ponpes tidak boleh pulang. Selain itu, orang tua santri tidak diperkenankan menjenguk.

INFO lain :  Ganjar : Rasa-Rasanya Kalau Januari Belum

“Kalau sudah pulang, ya pulang terus di rumah dulu. Ini memang adaptasi-adaptasi baru yang mulai diterapkan di Ponpes. Ini juga sekaligus menjadi alternatif, dimana di sekolah umum masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh,” katanya.

Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Jawa Tengah Abu Khoir mengatakan proses screaning santri saat memasuki pesantren belum merata. “Memang masih ada yang lemah, karena tidak semua pesantren mampu menggelar rapid tes,” katanya.

INFO lain :  Diduga Terbelit Hutang, Wanita Muda Lompat ke Sungai Klawing Purbalingga

Abu mengakui, di lingkungan pesantren, sebelumnya terbiasa berjaamaah, atau berkerumum. “Tapi dengan Covid-19 ini jadi masalah, sehingga ada kesepakatan-kesepakatan. Dimana kita juga beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut,” pungkasnya.(mar)