SEMARANG – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Padmaningrum menegaskan, keberadaan sekolah virtual tidak mengurangi peminat ataupun mengganggu rekrutmen siswa di sekolah swasta.
“Karena para siswa sekolah virtual adalah anak usia sekolah yang tidak mendaftar dan tidak mampu sekolah di negeri maupun swasta,” ujarnya, Selasa (3/11).
Sementara itu, dalam proses sekolah virtual maupun sekolah dalam jaringan seperti yang diterapkan sejak masa pandemi COVID-19, Padmaningrum meminta semua kepala sekolah dan guru tidak hanya memantau, melainkan harus turun lapangan untuk melakukan evalusi kepada seluruh peserta didiknya.
“Masih banyak siswa dari keluarga miskin, sehingga tidak semua peserta didik mempunyai gawai atau handphone,” sebutnya.
Bahkan, lanjut dia, adapula yang punya gawai tapi dijual oleh orangtuanya untuk makan.
“Adapula siswa yang membagi waktunya untuk belajar dan bekerja, serta siswa-siswa yang berada daerah terpencil dan sebagainya,” tandasnya.(ema)















