BANYUMAS – Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, tetap diminati wisatawan. Saat ini, obyek wisata tersebut telah menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB).
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudaayan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Wakhyono mengatakan, peningkatan itu terlihat dari tingkat kunjungan wisatawan di Lokawisata Baturraden.
“Karena kami melaksanakan pembatasan kunjungan, yaitu sebanyak 1.000 pengunjung per periode kunjungan. Kunjungan tertinggi mencapai 2.000 pengunjung pada hari libur, Sabtu, dan Minggu, sedangkan hari-hari biasa di bawah 700 orang,” ujarnya, Kamis (3/9).
Pembatasan pengunjung itu, jelas dia, dalam rangka pencegahan penularan Covid-19, yakni jumlah pengunjung yang boleh masuk objek wisata disesuaikan dengan kapasitas yang ada di dalam Lokawisata Baturraden.
Dia menyebutkan, luasan keseluruhan Lokawisata Baturraden mencapai 16,85 hektare namun yang dapat dijamah oleh pengunjung lebih kurang hanya 4,5-5 hektare atau sekitar 40 % dari total luas lahan.
“Maka kami menerapkan 40 % dari hitungan itu adalah 1.000 pengunjung per periode kunjungan dengan pengertian bahwa ketika di dalam objek wisata itu sudah ada 1.000 orang, kami tidak memasukkan orang lagi. Saat sudah ada yang keluar, kami baru memasukkan orang lagi,” bebernya.
Untuk masuk Lokawisata Baturraden, Wakhyono mengatakan calon wisatawan dapat melakukan pemesanan kunjungan melalui aplikasi Mas Basid (Banyumas Bebas dari Covid-19) Sektor Wisata.
“Dengan demikian ketika calon wisata itu melakukan pemesanan, dalam aplikasi akan ada informasi apakah pada hari yang dipilih masih memungkinkan atau tidak memungkinkan untuk masuk ke objek wisata,” katanya.
Sementara bagi wisatawan yang datang langsung ke Lokawisata Baturraden tanpa mengakses aplikasi Mas Basid lebih dulu, mereka bisa masuk objek wisata setelah periode kunjungan berjalan ada yang keluar.(ayu)
















