SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat provinsi ini mengalami deflasi sebesar 0,03 % pada bulan Agustus 2020.
Adapun Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,62. Deflasi pada Agustus 2020 terjadi di 3 kota IHK di Jawa Tengah dan 3 kota lainnya mengalami inflasi.
Kota Purwokerto mencatat deflasi terbesar yakni 0,12 persen dengan IHK sebesar 104,08.
Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono mengatakan penurunan harga sejumlah komoditas seperti daging ayam, bawang merah, cabai merah, telur ayam, serta beras, menjadi pemicu terjadinya deflasi.
“Untuk penahan utama deflasi antara lain dipengaruhi oleh kenaikan harga emas, kontrak rumah ,serta harga beberapa komoditas, seperti bawang putih dan minyak goreng,” ujarnya, Selasa (1/9).
Dari enam daerah menjadi tempat dilakukannya survei biaya hidup, tiga di antaranya mengalami deflasi dan tiga lainnya mengalami inflasi.
Tiga daerah yang mengalami deflasi masing-masing Purwokerto, Cilacap, dan Kota Semarang.
“Sementara daerah yang mengalami inflasi meliputi Kota Surakarta, Tegal, dan Kudus,” jelasnya.
BPS juga mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah Agustus 2020 sebesar 100,99 atau naik 0,22 % dibanding NTP bulan sebelumnya sebesar 100,77.
Kenaikan NTP disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami peningkatan 0,06 % lebih tinggi dibanding penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,17 %. (mar)
















