Ilustrasi pedagang di pasar tradisional.
Ungaran – Bantuan non tunai dari Provinsi Jawa Tengah yang diberikan kepada warga, terdampak pandemi covid -19 dikeluhkan sejumlah pihak.
Di antaranya, sejumlah pedagang di Pasar Sumowono, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Mereka mengeluhkan bantuan non tunai dalam bentuk sembako berasal itu.
Pemberan biantuan itu dianggap tidak berpihak kepada para pedagang. Mereka menginginkan agar bantuan non tunai diganti dalam bentuk tunai.
Sekcam Sumowono Prayitno ditemui di ruang kerjanya Kamis (9/7/2020) mengakui adanya keluhan itu. Menurutnya, keluhan soal bantuan non tunai ini berpangkal saat provinsi mengucurkan BLT dalam bentuk sembako.
“Tanggal 7 Juli lalu, provinsi mengucurkan BLT dalam bentuk sembako. Ketika pendistribusian berlangsung sempat mencuat keluhan pedagang mengapa bantuan non tunai. Kalau BLT dalam bantuan non tunai yang diuntungkan distributor besar saja,” ujar Prayitno.
Para pedagang menginginkan bantuan non tunai dapat diganti dengan tunai.
“Mintanya bansos itu uang tunai. Agar uang itu diinginkan pedagang ‘nyantol’ ke Sumowono juga. Artinya, penerima bansos tunai kembali membelanjakan uangnya ke pasar,” terangnya.
Diketahui, penerima bantuan non tunai dari provinsi di Kecamatan Sumowono mencapai 2000-an lebih KK. Semuanya terdata terdampak covid-19.
Ditambahkan Prayitno, apa pun yang menjadi keluhan pedagang, Prayitno menandaskan akan disampaikan ke pihak-pihak terkait. Namun demikian, ia menerangkan jika semua BLT itu kebijakan dari pusat.
“Kita sifatnya hanya menampung saja,” imbuhnya.
(rio)















