Ilustrasi.
Grobogan – Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya siap mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di Jawa Tengah. Koordinasi antar pihak, terkait pelaksanaan Pilkada sudah dilakukan.
“Kami telah berkoordinasi dengan penyelenggara Pemilu mengingat dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19,” kata Kapolda di sela penyerahan bantuan sosial dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-74 di Mapolres Grobogan, Jumat (26/6/2020).
Dikatakannya, untuk satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) semula 800 pemilih, diubah satu TPS untuk 500 pemilih.
(“Hal ini untuk mencegah penularan dan persebaran Covid-19. Ini tentu berkaitan dengan pengamanan yang dilakukan,” imbuhnya.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah sebelumnya menyatakan membatasi jumlah kehadiran pemilih ke TPS pada Pilkada Serentak Desember 2020 mendatang.
Ketua KPU Jawa Tengah Yulianto Sudrajat mengatakan, penyelenggaraan Pilkada sesuai standar protokol kesehatan. Imbasnya, dilakukan pembatasan jumlah TPS, petugas dan juga sarana dan prasarana.
“Tidak ada kampanye terbuka dan untuk debat publik juga akan diadakan tanpa pendukung dan disiarkan,” ujar dia.
Untuk menjamin suksesnya Pilkada di 21 Kota/Kabupaten di Jawa Tengah, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan KPU kota dan kabupaten agar pelaksanaan pilkada sesuai standar protokol kesehatan.
“Kami sekarang terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk membangun kepercayaan publik, kami harapkan ada peran influencer juga dalam hal ini,” katanya
Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Fajar Saka menyoal anggaran menjadi salah satu tantangan penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi.
Dia menilai, dengan anggaran yang tersedia menyangkut penyediaan APD bagi petugas lapangan nantinya menjadi hal baru untuk turut dilakukan pengawasan.
“Dengan anggaran yang ada tetap pilkada berjalan sesuai standar, misalnya dalam hal penyediaan APD untuk petugas. Tantangan lainnya adalah netralitas ASN dan tentang pemanfaatan fasilitas negara, penyaluran bantuan sosial. Hal ini menjadi perhatian Bawaslu,” ujarnya.
Sebanyak 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2020 mendatang. Total anggaran biaya pesta demokrasi lima tahun tersebut mencapai Rp 687,938 miliar.
(fad)
















