Seorang petani menunjukkan Melot.
Temanggung – Beberapa petani di Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung mengembangkan melon sebagai tanamannya.
Salah satunya dengan inovasi branding melon lokal di sana. Sartono (46), salah satu petani mengaku membranding melon dengan nama Melot, atau Melon Asli Tembarak Temanggung.
“Dengan merek tersebut, harapan saya kedepan, tidak lagi merugi, seperti yang mempengaruhi wabah ini,” ujar Sartono, belum lama ini.
Diakui, wabah Covid-19 berdampak cukup besar bagi petani melon. Petani melon kehilangan pasar.
Setelah menentukan merek, Sartono berharap bisa memiliki pasar sendiri. Meskipun, dihadapkan dengan wabah seperti ini, ia tidak akan banyak merugi.
Tak hanya membranding produk, Sartono juga mendukung peningkatan kualitas melonnya, agar lebih unggul dari produk melon yang dijual di pasaran.
Dia menggunakan benih pilihan dengan karakter manis. Ukuran buah juga tidak terlalu besar.
Kulit buahnya putih kehijauan dengan daging berwarna oranye. Benih itu juga sesuai dengan lokask dan karakteristik tanah sebagai media tanam.
Mesti masih berjuang di tengah-tengah pandemi Covid-19, Sartono mengajak para petani lain tetap bertahan bertani.
Sebab, dalam situasi apapun, hasil pertanian sangat dibutuhkan manusia untuk makan. Menurutnya, kebutuhan nutrisi buah sangat penting untuk kesehatan tubuh.
Tak hanya buah. Petani tanaman obat, seperti jahe dan tanaman rempah-rempah, yang dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan atau kekebalan tubuh.
(rio)
















