Rp680 Juta dari Pasar Diprediksi Menguap

oleh
oleh

BATANG – Pendapatan asli daerah (PAD) 2020 Pemkab Batang dari retribusi pasar diprediksi akan hilang hingga Rp680 juta.

Kondisi ini tak lepas dari munculnya virus corona baru (Covid-19) di daerah ini.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang Subiyanto mengatakan, angka Rp680 juta itu sekira 20 % dari target yang ditetapkan sebelumnya.

“Target kita tahun ini dari retribusi pasar sebesar Rp3,4 miliar. Karena adanya pandemi Covid-19 ini, kemungkinan tidak tercapai,” katanya, Senin (8/6).

INFO lain :  Anggota Polres Batang Terima Penghargaan

Dia mengatakan sebanyak delapan pasar yang dikelola pemkab yaitu Pasar Batang, Warungasem, Limpung, Bandar, Blado, Bawang, Tersono, dan Plelen Gringsing diperkirakan tidak mampu memenuhi target tersebut.

“Rendahnya tingkat pengunjung pasar selama pandemi Covid-19 mengakibatkan transaksi jual beli di pasar juga turun. Sehingga hal ini berimbas pada retribusi PAD sektor pasar,” bebernya.

INFO lain :  14 Siswa SD di Kendal Keracunan Jajanan Permen Jeli Stik

Selama tiga bulan yaitu Maret, April, dan Mei 2020, transaksi jual beli di pasar turun drastis.

“Hal ini menyebabkan target PAD sektor pasar Rp3,4 miliar dimungkinkan tidak tercapai,” sebutnya.

Ia mengatakan dengan adanya uji coba tatanan normal baru yang diberlakukan oleh pemkab untuk aktivitas pasar diharapkan dapat membantu mendongkrak retribusi PAD yang selama tiga bulan terakhir ini sempat terpuruk.

INFO lain :  Nasdem Kota Tegal Optimis Raih Suara Terbanyak

“Semoga melalui uji coba tatanan normal baru, PAD sektor pasar dapat dikejar,” katanya.

Meski demikian, pemkab akan lebih ketat memberlakukan protokol kesehatan di sejumlah pasar. Hal ini agar tidak menimbulkan klaster baru, namun aktivitas jual beli tetap berjalan. (mht)