Soal Haji, Kemenang Berharap Arab Saudi Ambil Keputusan Sebelum 20 Ramadan

oleh
oleh

JAKARTA – Kementerian Agama tengah menunggu kepastian dari Pemeritah Arab Saudi terkait kelanjutan pelaksanaan haji pada tahun ini.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nizar mengatakan, sampai saat ini belum ada informasi resmi dari Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji tahun ini.

“Sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi terkait haji tahun ini. Apakah jalan atau bagaimana. Yang jelas, kami terus memantau perkembangan dan menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi,” ujar Nizar, Kamis (7/5).

Sebagaimana Indonesia dan negara dunia lainnya, kata Nizar, saat ini, Arab Saudi masih fokus pada percepatan penanganan Covid-19 demi keselamatan dan kesehatan warganya. Namun Nizar memastikan, koordinasi Kemenag dengan pihak Konsul Haji KJRI Jeddah masih terus terjalin.

INFO lain :  Penyakit Gangguan Pertumbuhan Serang Anak di Batang

Pihak Kemenag pun sejatinya berharap, agar kepastian penyelenggaraan haji 1441H/2020M ini sudah diumumkan Saudi sebelum 20 Ramadan, atau 13 Mei. Sebab, Saudi akan segera memasuki masa liburan musim panas.

“20 Ramadan sampai 10 Syawal, Saudi memasuki masa libur musim panas. Jika baru diputuskan setelah libur, maka untuk persiapan terlalu mepet karena operasional haji dimulai bulan Zul Qa’dah,” sebutnya.

INFO lain :  Jateng Siap terapkan Pembatasan Pergerakan pada 11-25 Januari 2021

Namun, Nizar juga belakangan sudah mendengar kabar dan informasi bahwa Pemerintah Arab Saudi akan membuka kembali akses Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk salat tarawih. Pembukaan akses termasuk juga akses masyarakat untuk thawaf sunnah.

“Setelah akses kembali dibuka, semoga Saudi segera umumkan kepastian pelaksanaan haji tahun ini, jalan atau tidak,” ucap Nizar.

Meski belum ada tituk terang, Dirjen Nizar memastikan bahwa Kemenag tetap fokus pada proses persiapan penyelenggaraan haji di Indonesia yang saat ini tetap berjalan. 

Manasik haji nontatap muka sudah dilakukan dengan mendesiminasikan video melalui media sosial.

INFO lain :  Kongres Asprov PSSI Jateng Diundur Awal 2022

“Saat ini kami mengintensifkan penyebaran video manasik haji melalui media sosial Kementerian Agama agar lebih mudah diakses masyarakat,” terangnya.

Selain proses manasik, proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Tahap I juga baru ditutup pada 30 April 2020. Total ada 179.584 jemaah haji reguler yang telah melakukan pelunasan. Kuota haji Indonesia tahun 2020 berjumlah 221.000. 

Jumlah ini terdiri dari 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus.

“Karena masih ada sisa kuota, akan dibuka pelunasan biaya haji tahap kedua, yaitu dari 12-20 Mei 2020,” tandasnya. (mht)