Ya Ampun..Masih Ada yang Tega Tolak Pemakaman

oleh
oleh

UNGARAN – Seorang perawat perempuan bertugas di bagian geriatri di RSUP dr Kariadi meninggal dunia. Perawat berusia 38 tahun ini sempat dinyatakan positif corona.


Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Semarang Junait perawat tersebut sempat dirawat di ICU RSUP Kariadi satu minggu lebih, Ia mengalami sesak napas, dan menunjukkan ada gejala covid-19.

INFO lain :  Banding, Vonis Penebang Sono Keling Hotel Sky Garden Gombel Jadi 7 5 Bulan Penjara

”Ada gangguan respirasi, jadi ada dugaan corona covid-19. Seminggu lebih dirawat,” kata Junait, Jumat (10/4).


Jenazah sang perawat kemudian akan dimakamkan di wilayah tempat tinggalnya, yakni Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sewakul, Ungaran Barat. Namun tiba-tiba warga Sewakul menolak kedatangan jenazah tersebut.

INFO lain :  Personel Polda Jateng Harus Siap Amankan Mudik


Menurut Humas Gugus Tugas Pencegahan Corona Covid-19 Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, sekelompok orang yang mengaku warga menghadang dan menolak masuknya jenazah.


“Padahal sebelumnya tak ada masalah dan lembaga RT juga sudah sepakat terkait rencana pemakaman tersebut,” katanya.

INFO lain :  Pj Sekda Impor dari Pegawai Provinsi


Petugas penggali kubur juga sudah bekerja menyiapkan lubang di TPU yang masuk wilayah RT 06 RW VIII Sewakul itu.


“Entah mengapa, tiba-tiba ada penolakan kedatangan jenazah perawat itu oleh sekelompok masyarakat. Padahal informasi awal dari RT setempat sudah tidak ada masalah,” sebutnya.(mht)