PMI Kekurangan Stok Darah

oleh
oleh

MAGELANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang kekurangan stok darah sejak pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) dalam beberapa pekan terakhir karena kekhawatiran warga tertular virus tersebut saat berdonor.

Ketua PMI Kota Magelang Sumartono mengatakan sebelum pandemi virus corona, ada 20-30 orang yang berdonor ke PMI Kota Magelang setiap hari, tetapi akhir-akhir ini tidak sampai lima pendonor yang datang. “Pendonor berkurang sejak merebak virus corona,” katanya, Selasa (24/3).

INFO lain :  Siapkan Ratusan Angkutan Feeder untuk Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Dia menjelaskan, jumlah permintaan darah tetap banyak setiap hari. Permintaan mayoritas dari pasien-pasien di RSUD Tidar Kota Magelang, bahkan dari Kabupaten Magelang dan Temanggung. “Persediaan darah sangat kritis saat ini, sementara permintaan tetap banyak,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya tetap berusaha menggelar aksi donor darah, salah satunya di gedung Inspektorat, kompleks kantor Pemkot Magelang. Selain itu, pihaknya juga rutin mengirim layanan pesan singkat berupa ajakan atau jadwal berdonor bagi pendonor aktif PMI Kota Magelang.

INFO lain :  Arca Peninggalan Abad ke-8 Ditemukan saat Renovasi Terminal di Dieng

Ia memastikan saat menggelar kegiatan donor darah maupun donor di kantor PMI Kota Magelang tetap dengan protokoler yang ketat, seperti penggunakan alat kesehatan yang steril dan alat perlindungan diri (APD) bagi petugas.

INFO lain :  ​"Nyangkul" di Ladang, Temukan Mortir Aktif Peninggalan Perang

Terkait dengan upaya pencegahan penyebaran virus corona, PMI Kota Magelang telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah titik strategis, antara lain sekolah, perkantoran, masjid, dan fasilitas umum lainnya.

“Permintaan penyemprotan terus mengalir, tapi kami prioritaskan fasilitas umum, sekolah, masjid, dan lainnya. Kami tidak bisa melayani permintaan penyemprotan untuk kepentingan pribadi,” tandasnya.(mht)