Siapkan Ratusan Angkutan Feeder untuk Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

oleh
oleh

SOLO – Persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk sekolah di Kota Surakarta pada masa Pandemi Covid–19, terus dimatangkan oleh Pemerintah Kota Surakarta, dengan dikoordinasi oleh Gugus Tugas Covid–19 setempat.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan, perlu persiapan matang, terencana, dan terkoordinasi dengan baik. Kuncinya adalah komunikasi semua elemen.

Untuk mempersiapkan PTM, menurut Rudy, sapaan akrab wali kota, harus dimulai dengan simulasi, melibatkan beberapa sekolah, yang sudah siap dengan sarana dan prasarana belajar tatap muka new normal masa Pandemi Covid–19.

“Proses belajar mengajar sesuai protokol kesehatan, kita mulai dengan simulasi dahulu selama seminggu untuk setengah kelas, dan separuhnya seminggu kemudian. Ini untuk mencegah penyebaran virus Covid–19,” kata wali kota.

INFO lain :  Girpasang Klaten Siap Terima Kunjangan Wisatawan Nasional

Semua personel di sekolah termasuk guru dan karyawan, lanjut Rudy, harus menjalani rapid test sebelum dilakukan pembelajaran. Sterilisasi semua alat belajar mengajar dilakukan dengan penyemprotan desinfektan.

Dia meminta Dinas Perhubungan menyediakan transportasi angkutan kota feeder sebanyak 121 unit, untuk penjemputan anak sekolah yang tidak bisa dijemput karena pulang sekolah saat orangtua masih bekerja. Angkot yang dipergunakan maksimal bisa diisi enam siswa dengan pengaturan tempat duduk.

Sedangkan pengemudi serta asisten pengemudi bertanggung jawab terhadap protokol kesehatan sebelum siswa naik, di dalam mobil serta saat turun dari mobil.

INFO lain :  Supervisor Perusahaan Wings Cabang Rembang Diduga Tilep Rp 157 Juta

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Ety Retnowati menguraikan mekanisme yang akan ditempuh, mulai dari sosialisasi simulasi diawali dengan meminta persetujuan orang tua murid agar anaknya ikut dalam simulasi pembelajaran PTM.

Kemudian, penyiapan sekolah dari semua segi kita lakukan, antara lain dengan penyusunan kurikulum penyesuaian, pengaturan kelas belajar, pengaturan waktu belajar, penyusunan protokol berangkat dan pulang sekolah, kantin dan akses PKL luar sekolah ditutup.

“Selain itu, panduan dan penyiapan CTPS di sekolah, thermo gun, penyemprotan desinfektan di lingkungan sekolah, bekal dan penyiapan kelengkapan pribadi sekolah, seperti APD, masker, face shield, hand sanitizer, sapu tangan pribadi, bahan sosialisasi dan media informasi serta akses layanan kesehatan terdekat,” urainya.

INFO lain :  Aa Gym Akan Ikut Aksi Demo Ahok 4 November

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan, pihaknya akan mengoordinasikan kebutuhan untuk cairan hand sanitizer dan desinfektan, untuk mendukung simulasi dan pelaksanaan PTM tersebut.

Sementara Dinas Perhubungan diminta Walikota menyediakan transportasi angkot feeder sebanyak 121 buah untuk penjemputan anak sekolah yang tidak bisa dijemput orangtuanya lantaran waktu pulang sekolah pada jam kerja.