SEMARANG – Jumlah penumpang bus Trans Semarang mengalami penurunan hampir 50 %.
Kondisi ini merupakan imbas dari kebijakan pemerintah soal bekerja dari rumah sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran COVID-19.
Kepala Divisi Sumber Daya Manusia Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Dinas Trans Semarang Nur Chasanah mengatakan, penurunan ini mulai terjadi dalam sepekan terakhir.
“Penurunan hampir 50 persen, terjadi sejak Senin,” ujarnya, Minggu (22/3)?
Dia menyebutkan, penurunan pada Senin lalu, mencapai 39,1 % dan terus meningkat hingga dua hari berikutnya yang mencapai 47,91 %.
Rata-rata jumlah penumpang Transsemarang yang diangkut pada hari biasa mencapai 40 ribu orang.
Penurunan jumlah penumpang tersebut, kata dia, berdampak pula pada penurunan pendapatan yang diperkirakan mencapai 30 %.
Penurunan jumlah penumpang tersebut, lanjut dia, berdampak terhadap berkurangnya interaksi antarorang sehingga bisa meminimalkan risiko penyebaran corona.
Pengelola Trans Semarang, kata dia, juga rutin melakukan sterilisasi dengan menggunakan desinfektan di fasilitas badan layanan umum ini yang mudah diakses banyak orang.
Selain itu, pengelola Trans Semarang juga menyediakan hand sanitizer di sejumlah halte yang tingkat kepadatannya cukup tinggi.(mht)














