SEMARANG – Sebanyak 3.225 jemaah umrah dari Jawa Tengah terancam gagal mengunjungi Masjid Nabawi, Madinah. Ini menyusul adanya penangguhan sementara penerbitan visa umrah dan wisata ke Masjid Nabawi oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, sebagai imbas merebaknya virus Covid-2019.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, M Saidun mengatakan, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut terkait penangguhan tersebut. Meski demikian dia mengimbau agar biro travel penyelenggara umrah dan jemaah menghormati keputusan tersebut.
“Kami yakin kebijakan ini bersifat sementara dan semoga tidak lama, sehingga para calon jemaah bisa berangkat ke Tanah Suci,” kata Saidun, Jumat (28/2).
Mengantisipasi adanya jemaah umrah yang meninggal atau sakit secara permanen saat menunggu keberangkatan, pihaknya sudah membuat regulasi. Bagi yang sudah mencicil biaya umrah lebih dari Rp 5 juta secara otomatis slot umrah jemaah yang meninggal bisa dilimpahkan kepada keluarganya.
“Nanti berangkatnya juga sesuai dengan dengan jadwal sebelumnya sesuai saat pendaftaran pertama,” imbuhnya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama terkait keputusan ini.
“Kami juga akan meminta kesra kami bekerja sama dengan perwakilan Kemenag yang ada di kanwil untuk menyosialisasikan dengan masyarakat dengan baik dan benar supaya tidak ada intepretasi yang lain. Mudah-mudahan masyarakat mengerti kondisi ini, kami tidak ingin ada persoalan,” harapnya.(mht)















