Giliran Harga Bawang Putih Meroket

oleh
oleh

BANYUMAS – Harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional Purwokerto, Kabupaten Banyumas, melonjak dari Rp40.000 per kilogram menjadi Rp60.000 per kilogram.


Salah seorang pedagang di Pasar Manis, Purwokerto, Wahyuni mengatakan, kenaikan harga bawang putih terjadi sejak Senin (3/2), khususnya bawang putih impor jenis kating.


“Kita tidak tahu secara pasti penyebab kenaikan harga bawang putih impor ini,” ujarnya, Rabu (5/2).

Namun, Yuni menduga kenaikan harga tersebut terjadi karena kurangnya pasokan impor dari China sejak adanya kasus penyebaran virus corona.

INFO lain :  Pengamanan Jelang Kunjungan Presiden ke Grobogan untuk Serahkan Sertifikat Massal

Selain bawang putih, tambah dia, harga beberapa jenis cabai juga kembali melonjak seiring dengan berkurangnya pasokan dari petani.

“Barangnya sulit didapat, katanya sih karena pasokan dari petani masih minim, apalagi sekarang sering turun hujan,” katanya.


Seorang ibu rumah tangga, Farida mengharapkan harga komoditas cabai maupun bawang putih dapat segera turun dan kembali normal.

INFO lain :  Kapolda Jateng Pimpin Apel Tiga Pilar Jelang Pileg dan Pilpres 2019

“Kalau harganya makin melonjak, tentunya sangat memberatkan kami masyarakat kecil,” katanya.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas Yunianto mengakui adanya kenaikan harga bawang putih impor di pasaran.


“Mungkin karena faktor pasar, antara stok dan kebutuhan mungkin agak bergeser. Kami masih pantau terus, mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang menyangkut kesengajaan seperti penimbunan dan sebagainya,” jelasnya.

INFO lain :  Sindikat Pembobol ATM di Purworejo Dibongkar

Disinggung mengenai adanya isu yang menyebutkan bahwa kenaikan harga bawang putih impor itu berkaitan dengan merebaknya virus corona di China, dia mengatakan pihaknya tidak bisa menjustifikasi kebenaran isu tersebut.

Menurut dia, pihaknya masih berupaya mencari penyebab kenaikan harga bawang putih impor itu karena terjadinya bukan saat menjelang hari raya.

“Kita cari dulu penyebabnya, ini belum ketemu,” tukasnya. (mht)