Siap Fasilitasi Eks Napi Teroris Berbisnis

oleh
oleh

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berjanji memfasilitasi para mantan narapidana teroris untuk berbisnis dengan memberikan pelatihan keterampilan sehingga bisa produktif.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, para mantan narapidana teroris itu akan dilatih membuat pakan ternak, makanan ringan, maupun bermacam kerajinan tangan.

“Dinas Koperasi dan UKM akan membantu memfasilitasi pelatihan, termasuk membantu mengurus izin produk industri rumah tangga (PIRT) dan sertifikat halal,” ujarnya, Sabtu (11/1).

INFO lain :  Kebijakan Bebas Pajak Hendi Mampu Gratiskan PBB 161.860 Warga Semarang

Gus Yasin sapaan akrab Wagub Jateng mengatakan siapapun bisa mengikuti pelatihan berbagai keterampilan dan wirausaha, termasuk para narapidana teroris yang sudah bebas dari tahanan serta menyatakan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kemudian hidup berbaur dengan masyarakat.

“Sementara ini sudah ada yang beternak kambing dan budi daya lele, itu sudah bagus. Nanti bisa dikembangkan dengan membuat pakan ikan, membuat kue, dan makanan ringan, juga kerajinan lainnya,” bebernya.

INFO lain :  Hendi: Pembangunan Terminal Terboyo Bersifat "Multiyears"

Selain diberikan pelatihan membuat makanan juga dilatih bagaimana pengemasan hingga pemasarannya.

Ketua Yayasan Gema Salam Jack Harun menjelaskan bahwa yayasan yang diasuhnya merupakan wadah bagi mantan narapidana teroris yang ada di wilayah Jawa Tengah.

“Dimana terdapat 40 mantan narapidana teroris yang sudah kembali ke NKRI dan hidup bersama keluarganya masing-masing,” katanta.

Dia berharap ada pelatihan yang mengarah ke ekonomi produktif, karena para mantan narapidana teroris juga harus bekerja guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

INFO lain :  Pemkab Batang Segera Miliki GOR "Indoor"

“Selama ini, anggota Yayasan Gema Salam membudidayakan kambing, sapi, dan ikan lele secara mandiri,” terangnya.

Bahkan ada yang membuat kerajinan blangkon khas Jateng secara otodidak atau tanpa ada pelatihan khusus.

“Sehingga dengan adanya pelatihan dari pemerintah provinsi, diharapkan para mantan narapidana teroris lebih kreatif dan menghasilkan produk yang inovatif sehingga banyak diminati masyarakat,” tandasnya. (mht)