SEMARANG – Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah menyebut tahun 2019 merupakan tahun yang berat untuk bisnis properti di provinsi ini.
“Pasalnya, selama pameran properti sepanjang 2019, REI mengalami penurunan penjualan hingga 15% dibandingkan 2018 lalu,” ujar Ketua REI Jateng M.R. Prijanto, Sabtu (28/12).
Pada tahun 2019, kata dia, puhaknya juga hanya bisa membangun 6.000 rumah bersubsidi. Menurutnya, jumlah itu kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Tapi kami optimistis tahun 2020 nanti target 10.000 rumah dapat terealisasi,” katanya.
Dia menuturkan target membangun 10.000 rumah tersebut bagian dari program 1 juta rumah murah dari pemerintah. Dengan dukungan pemerintah itu, ia meyakini target 10.000 rumah tersebut bisa direalisasikan.
Dia juga meyakini bisnis properti akan semakin cerah mengingat geliat ekonomi di Jateng yang makin berkembang. Hal tersebut terbukti dengan dibangunnya beberapa pabrik baru dibeberapa daerah seperti Kabupaten Grobogan, Jepara, dan Salatiga.
“Di beberapa daerah seperti Grobogan, Jepara, dan Salatiga terdapat pabrik-pabrik baru. Ini merupakan peluang bagi para pengembang properti untuk membangun rumah untuk para karyawan pabrik,” bebernya.
Di sisi lain Prijanto menambahkan, pembangunan rumah untuk anggota TNI dan Polri cukup lumayan mendongkrak penjualan di tahun 2019. Meskipun tidak terlalu signifikan, namun program tersebut cukup membantu para pengembang properti.
“Program rumah untuk anggota TNI dan Polri sudah terbangun di beberapa daerah seperti Kabupaten Magelang, Solo, Tegal dan Grobogan,” tandasnya.(mht)
















