Gropyokan Buru Tikus Agar Panen Terjaga

oleh
oleh

BLORA – Banyaknya tikus yang merusak tanaman padi dimusim tanam ketiga tahun 2020, membuat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan) Kabupaten Blora, mengadakan acara gropyokan serentak di desa se-Kecamatan Kedungtuban.

Uniknya, hasil tangkapan tikus dari warga tersebut akan diganti biaya atau dihargai oleh Dipertan Blora sebesar Rp1.000,- per “buntut”.

“Kegiatan ini diinisiasi oleh Dipertan Kabupaten Blora, serta Pemerintah Kecamatan Kedungtuban dengan dukungan semua Kepala Desa, dengan membeli tikus per “buntut” tikus diganti biaya Rp 1.000,” ujar Kepala Dinas Pertanian Blora Reni Minarti, Kamis (9/7).

INFO lain :  Gubernur Ganjar Digugat PTUN, Keputusan Pembangunan Bendungan Bener Dituding Cederai Rakyat

Gropyokan ini, lanjutnya, dalam rangka mengendalikan populasi tikus sawah guna mengamankan padi, di MT ketiga tahun 2020.

Reni juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Dipertan, berharap dengan diadakan kegiatan gropyokan ini, petani tambah bersemangat gotong-royong, bersama-sama mengendalikan hama tikus atau organisme pengganggu tanaman (OPT) lainnya, yang mengancam produksi pangan baik sekarang ataupun di masa mendatang, sehingga stabilitas pangan tetap terjaga.

Selain itu, kegiatan ini menjadi stimulan untuk bisa dilaksanakan petani bahwa pengendalian hama tikus secara rutin, serentak, gotong royong dan penuh kebersamaan adalah untuk kepentingan bersama.

INFO lain :  Cekoki dengan Miras, Lalu Disetubuhi Pacar

Dipertan Kabupaten Blora saat ini terus berupaya pengamanan pangan selalu dikedepankan, dengan melakukan pengawalan produksi padi dari ancaman OPT, baik yang dilaksanakan oleh Petugas Pengamat Hama Penyakit Tanaman (PPHP), Petugas Penyuluh lapangan (PPL) maupun oleh para petani secara langsung.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh PPL dan PPHP yang bersinergi dengan Polsek, Koramil serta para petani diantaranya dengan menggelar kegiatan Sanitasi, pembersihan lingkungan sawah yang digunakan untuk lubang tikus, penyuluhan pengendalian tikus secara terpadu oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Petugas Pengamat Hama Penyakit Tanaman (PPHP).

INFO lain :  Dalam Sehari Densus 88 Ciduk 3 Warga Klaten di Lokasi Berbeda

Tak hanya itu, Pemasangan Rubuha (rumah burung hantu), burung hantu (Tyto alba) adalah salah satu predator alami, Pengendalian hama tikus dengan memberi Karbit atau menaruh kain yang dicelup bensin pada liang aktif.

Kapolsek Kedungtuban Iptu Suharto mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendukung penuh setiap program dari pemerintah kabupaten Blora, terutama dalam kegiatan pembasmian hama tikus yang memang meresahkan warga di wilayahnya.

“Tentunya kita dukung penuh, bahkan Polsek Kedungtuban melalui Bhabinkamtibmas sudah aktif dalam sambang pertanian,” ucap Iptu Suharto.(mht)