
KENDAL – Selama 19 tahun terakhir, yakni tahun 2000 hingga 2019, ditemukan sebanyak 1.015 kasus HIV/AIDS di kabupaten Kendal. Dari jumlah tersebut, 325 kasus diantaranya berujung kematian.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, pengidap HIV terbanyak adalah Ibu rumah tangga, yakni 268 orang. Kemudian Wanita Pekerja Seks (WPS) dengan 194 orang.
“Khusus tahun 2019, jelas dia, ditemukan 126 orang yang terkena HIV,” ujarnya, Sabtu (30/11).
Menurut Kadinkes, Ibu rumah tangga menjadi kelompok yang beresiko mengalami HIV. Kerentanan itu terutama bersumber dari orang terdekatnya, yakni suami, yang sebelumnya melakukan perilaku hubungan seks tidak sehat dengan pengidap HIV.
“Risiko tersebut bahkan bisa menular ke janin yang dikandung si ibu,” bebernya.
Atas dasar itu, kata dia, pihaknya melakukan pemeriksaan VCT pada ibu hamil, untuk mengecek kesehatan ibu dan bayinya.
“Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mengurangi resiko kematian ibu saat hamil,” jelasnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kendal, dr Budi Mulyono menambahkan, untuk meminimalisir serta mencegah terjadinya penyakit menular tersebut, pihaknya bersama instansi terkait melakukan upaya penindakan, salah satunya sidak ke sejumlah tempat dan melakukan sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan.
“Kami terus berupaya melakukan berbagai penindakan pencegahan terhadap penyakit menular tersebut kepada masyarakat. Selain sosialisasi kepada masyarakat, kami juga melakukan sidak ke sejumlah tempat seperti rumah kost, kontrakan dan sebagainya,” tandasnya. (mht)















