Duh…Pengguna Narkoba di Jateng Masih Cukup Banyak. Angkanya Sekitar 280 Ribu

oleh
oleh

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Jawa Tengah melakukan tes urine terhadap ratusan aparatur sipil negara untuk mengetahui mereka bebas dari pengaruh narkotika dan obat berbahaya.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNN Jawa Tengah Brigjen Polisi Benny Gunawan mengatakan prevalensi pengguna narkoba di provinsi ini, kini sebesar 1,16 persen, masih di bawah prevalensi nasional 1,77 persen.
“Hal itu, menempatkan Jateng pada peringkat 32 dari 34 provinsi,” ujarnya, Jumat (22/11).
Akan tetapi, kata dia, karena jumlah penduduk di Jateng yang mencapai sekitar 34 juta, jumlah penggunanya mencapai sekitar 280.000.
“Tentu dengan melihat tingkat penyalahgunaan narkoba, upaya pemberantasan narkoba wajib secara bersama-sama,” tegasnya.
Atas dasar itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberantas narkoba karena narkoba adalah perusak generasi muda dan penerus bangsa.
“Untuk tes urine terhadap ASN ini atas instruksi Presiden Jokowi, kemudian melaporkan hasilnya ke pusat melalui Kemendagri. Alhamdulillah, Pemkab Batang sudah menyambut baik dan meriah pada pelaksanaan tes urine dengan ditunjukkan Bupati Batang bersama Wakil Bupati terjun langsung di sini,” katanya.
Jenderal polisi bintang satu ini menegaskan bahwa tes urine bukan untuk mencari kesalahan sesorang, melainkan sebagai cara mencegah jangan sampai ada yang terkena penyalahgunaan narkoba.
Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan contoh kepada masyarakat bahwa para pejabat atau ASN cinta hidup sehat dan bebas dari narkoba.
“Saya wajibkan bagi pejabat OPD mengikuti tes urine dan uji kebugaran. Jika dari diri pejabat sudah bisa mencontohkan kepada warga, mari masyarakat bersama hidup sehat dan bebas dari narkoba,” tandasnya. (mht)

INFO lain :  Ciri - Ciri Gejala Kanker Usus