
SEMARANG – Gunung Merapi kembali meletus. Kolom letusan setinggi 1.000 meter ke arah barat.
Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, letusan Gunung Merapi terjadi pada Minggu (17/11) pukul 10.46 WIB. Letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo max 70 milimeter dan durasi 155 detik.
Kendati terjadi letusan, hingga saat ini status Gunung Merapi yang berada di perbatasan Sleman, D.I. Yogyakarta dan Magelang, Jawa Tengah ini masih berstatus waspada (level 2)
BPPTKG juga merekomendasikan masyarakat untuk mengosongkan dan tidak beraktivitas pada radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada potensi bahaya terjadinya lahar terutama saat terjadi hujan diseputar Gunung Merapi.
Gunung ini berada bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara.
Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.(mht)















