Toha yang selama ini juga perhatian denganku lalu bersedia membantu mengubur janin. “Ya sudah. Nanti saya batu setelah pulang kerja,” kata dia.
Sekitar pukul 04.00, Toha datang ke kos mengendarai sepeda motornya.
Bersama Toha aku membawa baskom plastik yang di dalamnya terdapat janin bayi yang sudah dibungkus kain kafan dan berbentuk pocong. Di lahan kosong depan kos janin kami kubur.
Ternyata apa yang aku lakukan kali ini terbongkar. Aku dan Toha ditangka polisi dan akhirnya dipenjara. Aku hanya bisa meratapi dan menyesal atas perbuatanku.
Khususnya permintaan maaf kepada orang tua dan kedua janin jabang bayiku yang aku gugurku. Hanya penyesalan yang bisa aku lakukan.
Kisah dari warga Wonosallam, Demak.













