Penipuan Investasi PT Khrisna Alam Sejahtera, Polres Klaten Terus Kembangkan

oleh

Klaten – Kasus dugaan penipuan berkedok investasi PT Khrisna Alam Sejahtera di Dk. Kringinan, Ds. Kajen, Kec. Ceper, Kab. Klaten terus diselidiki. Polres Klaten terus menyidik dan mengembangkan kasusnya.

“Kasusnya terus dilakukan dikembangkan,” kata Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi, Minggu (21/7/2019).

Polisi telah menyita barang bukti dan menentapkan tersangka berinisial Af selaku bos perusahaan. Barang bukti di antaranya tiga kantong uang senilai Rp 3,3 miliar.

Selain itu ikut diamankan pula beberapa BPKB mobil dan motor, beberapa buku tabungan, ATM, sertifikat tanah dan dokumen-dokumen pendirian usaha.

INFO lain :  Anggaran Bantuan Tak Terduga Klaten Naik Nyaris 400 Persen

“Dari penangkapan kemarin kita berhasil mengamankan uang tunai yang sudah kita hitung, sebanyak Rp 3.380.000.000,” ujar Kapolres.

Diungkapkannya, tersangka Af memiliki puluhan KTP palsu dan juga sertifikat deposito palsu. Pihaknya mengindikasikan tersangka berniat melakukan penipuan sejak awal.

“Kita berhasil mengamankan puluhan KTP palsu tersangka, yang menurut pangakuan tersangka dibuat di Jakarta. Namun pembuatnya sudah meninggal,” jelas dia.

INFO lain :  Pinjam Motor untuk Beli Obat, Pria ini Justeru Bawa Kabur

Kepolisian menjelaskan, modus tersangka memang cukup licik. Produk herbal yang dijanjikan akan dipasarkan di beberapa Rumah Sakit tersebut ternyata oleh tersangka hanya diputar-putar diantara para mitra.

Setelah bubuk herbal selesai dikeringkan dan mitra mendapat komisi, bubuk tersebut tidak dipasarkan namun dibasahi ulang dan disebar ke mitra kembali dengan dalih itu bahan baru.

“Dilihat dari modusnya pelaku memang berniat melakukan penipuan, karena dari hasil pemeriksaan (produknya) hanya diputar-putar saja,” beber dia.

INFO lain :  Sakit, Pembacaan Dakwaan Mantan Dirut Yarsis Ditunda

Kemudian modus pelaku dalam merekrut mitra dilakukan dari mulut ke mulut. Mitra yang ikut pada awal berdirinya perusahaan memang benar-benar diberikan komisi, namun sebenarnya itu adalah uang mitra itu sendiri.

Setelah banyak masyarakat yang percaya, dan uang yang terkumpul cukup banyak, bos perusahaan malah menghilang.

“Korban dari penipuan ini cukup banyak. Ada yang dari Jogja, Purbalingga. Dan Kita sedang berupaya mengumpulkan seluruh aset yang dimiliki untuk dilakukan penyitaan” kata Kapolres.

(rik/red)