“Waktu Rp 1,9 miliar, dia (Dwi) juga menyatakan mau mengganti dan membuat surat pernyataan, setelah ketemu Rp 3,9miliar, yang bersangkutan kami panggil lagi tidak ada titik temu, barulah saya melapor ke kejaksaan,”jelasnya.
Akhirnya, setelah melapor pada 21 Mei itu, terungkap bunga tidak dibayar oleh yang bersangkutan, kemudian ada beberapa nasabah komplain ke kantor. Kemudian 4 Juni dirinya melapor ada temuan menjadi Rp 16miliar bilyet palsu, setelah ditindaklanjuti terus berkembang menjadi Rp 24miliar. (far)














