Pasca Bentrok 22 Mei, KPAI Minta Anak-Anak Tak Ikut Aksi Massa

oleh

Jakarta – Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati meminta para orang tua mencegah anak-anak mengikuti aksi massa, apalagi sampai terlibat dalam bentrok dengan aparat keamanan.

Rita mengatakan bahwa usia remaja merupakan usia pencarian jati diri dan pada masa itu biasanya anak-anak senang menerima tantangan. Karenanya cenderung ingin ikut-ikutan melakukan aksi bahkan terlibat dalam bentrok dengan aparat keamanan meski sebenarnya tidak memahami inti permasalahan yang sebenarnya.

Rita mengimbau para orang tua menjaga anak-anaknya tetap berada di rumah dan tidak mengajak anak-anaknya dalam kerumunan dan demonstrasi.

INFO lain :  Deklarasi Partai Ummat Akan Digelar Virtual
INFO lain :  Dipecat, Gara-Gara Wakanda

“Orang tua perlu mengajarkan anak-anak tentang proses demokrasi yang sebenarnya melalui jalan yang tidak membahayakan anak,” katanya, Kamis (24/5/2019).

Orang tua juga perlu menjelaskan bahwa kerumunan bisa berbahaya bagi anak, dan memberikan alternatif kegiatan lain bagi anak-anak.

Berdasarkan data Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, Jakarta, terdapat 140 korban bentrok yang dibawa ke rumah sakit tersebut. Seluruhnya laki-laki dan yang paling muda berusia 15 tahun.

INFO lain :  Nyabu Bareng Suami, Komedian Nunung Diringkus

Dua korban yang dibawa ke rumah sakit tersebut akhirnya meninggal dunia, salah satunya masih berusia 17 tahun. (nat)