​Cap Jie Kia Kembali Marak di Solo Raya, Polisi Bekuk Pemain

oleh

Sragen – Judi Cap Jie Kia diketahui kembali marak di wilayah Solo Raya. Sebagaiman diungkap, warga Dukuh Brojol Kecamatan Miri Sragen dikagetkan penangkapan tiga orang pria oleh Polsek Miri Polres Sragen, Sabtu (16/02/2019). 
Tiga orang pria itu ditangkap di sebuah warung pinggir jalan Desa Brojol, setelah mereka dipergoki petugas tengah membuka arena perjudian dan tengah bertransaksi judi jenis cap ji kie.

Kapolsek Miri AKP Nur Fajar ikhsanudin dalam keterangannya mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan membenarkan pengungkapan dilakukan petugas unit patroli Polsek.

“Mereka ditangkap karena diduga melakuan perjudian. Petugas unit patroli menangkap tiga pria, setelah dipergoki tengah melakukan transaksi judi. Hal itu terkuak, ketika tim patroli melintas dan berhenti di lokasi, dan melihat salah satu warga yang berada di warung membuang kertas keluar dari warung, setelah dicek kertas itu ternyata berisi catatan hasil penjualan cap ji kia “ ujarnya.

Kapolsek menyampaikan ketiga tersangka yang dibekuk polisi terdiri atas Sutarno alias Gepeng, 52, seorang penjual atau tambang cap ji kia asal Dukuh Gunungsono, Gilirejo, Miri dan dua orang pembeli, yakni Widodo, 50, warga Mudal, Soko, Miri dan Walidi, 52, warga Dukuh/Desa Bagor, Miri.

Dalam kesempatan itu, polisi juga berhasil menyita barang bukti uang hasil transaksi cap ji kia senilai Rp149.000, kertas catatan cap ji kia, dan bolpoin warna hitam dari tangan para penjudi tersebut.

Dari barang bukti tersebut, anggota langsung membekuk tiga orang yang ada di warung yang kebetulan berstatus sebagai tambang cap ji kia dan pembeli cap ji kia. Mereka langsung digelandang ke Mapolsek Miri dengan mobil patroli untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Tambang cap ji kia itu buka sampai tujuh kali dalam sehari, yakni mulai pukul 11.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Hasil transaksi per bukaan tidak menentu. Para penjudi itu dijerat dengan Pasal 303 KUHP dengan ancaman penjara sampai 10 tahun,” kata Kapolsek.

(dit)