Pria Tewas dengan Usus Terburai Diduga Korban Pembunuhan

oleh

Boyolali – Warga Boyolali dibuat gempar dengan adanya penemuan mayat laki-laki tewas dengan ususnya terburai keluar di jalan Pandanaran RT 01 RW 06 Kecamatan Banaran,Boyolali Kota,  Sabtu (15/12/2018) sekitar pukul 01.30 WIB.

Berdasar informasi yang dihimpun, mayat laki laki tanpa identitas itu adalah gelandangan yang kerap mondar-mandir di kawasan Jalan Pandanaran. Belum diketahui pasti penyebab tewasnya korban.

Aribowo(28) saksi sekaligus pedagang angkringan yang mangkal di lokasi Jalan Pandanaran mengaku, melihat melihat sosok laki-laki yang tergeletak di pinggir trotoar dengan kondisi usus terburai keluar.

Ari menduga pria tersebut saat itu sudah meninggal dunia hingga akhirnya ia melaporkan kejadian ke Ketua RT setempat, Ari Purwanto. Bersama-sama keduanya kembali mendatangi dan mencoba membangunkan pria tersebut, namun orang itu sudah tidak bernyawa.

INFO lain :  Penipu di Pati Gasak Puluhan Hp Usai Ngaku Anak Bos Konter

Kasat Reskrim, AKP Willy Budianto, mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi terdapat luka robek di perut dengan usus terburai keluar.

“TKP di trotoar Jalan Pandanaran RT 01, RW 06 Kelurahan Banaran,Kecamatan Boyolali kota,”kata Willy, Minggu (16/12).

Informasi dari warga sekitar bernama Maryuni, yang tinggal dengan lokasi penemuan mayat mengatakan, Jumat (14/12) sekitar pukul 16.00 WIB korban sempat terlihat duduk di depan rumahnya.

INFO lain :  Ditabrak KA, Kendaraan Terlempar ke Sawah. PNS ini Selamat dan Keluar Sendiri dari Mobil

“Korban sempat dikasih makan sama Maryuni,”kata Willy.

AKP Willy Budianto mengatakan penyelidikan atas temuan mayat yang saat ditemukan tanpa identitas membuahkan hasil. Diketahui, korban bernama Arifin dan berusia 33 tahun.

Korban diketahui bertempat tinggal Dukuh/ Desa Selodoko, RT 05, RW 02, Kecamatan Ampel.

“Setelah dilakukan otopsi, korban kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar Willy.

Menurut Willy berdasarkan Otopsi oleh Rumah Sakit dokter Moewardi Solo Luka yang dialami korban cukup dalam. Robek pada perut korban sedalam 8 sentimeter. Tak salah jika usus korban terburai keluar.

INFO lain :  Asisten I Meninggal Kena Corona, Pegawai Langsung Swab

“Hasil outopsi didapatkan informasi bahwa keterangan dokter forensik, bahwa terjadi trauma benda tajam ke perutnya yang robek kurang lebih 8 cm hingga mengenai urat atau bagian untuk menggantung usus. Jadi setelah putus itu terjadi pendarahan hebat di organ dalamnya,” jelasnya.

Setelah selesai dioutopsi, jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarganya di Desa Selodoko, Ampel untuk dimakamkan. Korban yang diketahui mengalami gangguan jiwa itu merupakan korban pembunuhan. Untuk itu, penyelidikan atas kasus ini cukup sulit.

“ Kasus ini (pembunuhan) lain dari kasus pembunuhan yang sudah-sudah,” ujar Willy.