Banjarnegara – Hujan dengan intensitas tinggi membuat Sungai Jalatunda di Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara meluap.
Akibatnya, sebagian badan jembatan sepanjang sekitar 13 meter dan lebar 2 meter di atas sungai itu ambrol.
Jembatan itu tak mampu menahan derasnya arus luapan sungai. Sebagian hanyut terbawa arus. Sementara bangunan jembatan yang masih tersisa kondisinya kritis.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arif Rachman mengatakan, kriteria sungai tersebut jika terjadi banjir arusnya sangat deras.
Jalur terputus itu menghubungkan masyarakat Dukuh Kelapa Pondoh dengan Dukuh Praubosok.
“Aktifitas warga, terutama anak sekolah menjadi terganggu. Sebab, jalur alternatif yang tersedia hanya berada di Dukuh Wlahar,” kata dia, Rabu (28/11/2018).
Warga Dukuh Kelapa Pondoh yang terdiri dari 85 KK atau 360 jiwa misalnya, yang harus memutar dengan jarak tempuh kurang lebih 3 kilometer melalui jalur alternatif jika ingin menuju ke Dukuh Praubosok.
Serma Hermawan, Bati Tuud Koramil 07 Mandiraja Kodim 0704 Banjarnegara mengatakan, sebelum kejadian kondisi jembatan sudah memprihatinkan.
“Sejak enam bulan terakhir, permukaan jembatan mulai sedikit ambles. Pembuatan tiang jembatan tidak menggunakan cor besi, hanya menggunakan batu dan bata dan pondasi dasarnya,” kata dia.
Menurutnya, jalan melalui jembatan itu merupakan akses penting warga Desa Jalatunda menuju desa tetangga.
Jalur itu bahkan merupakan jalur alternatif warga menuju Kabupaten Kebumen melalui Desa Kalitengah atau via Watu Celeng.edit















