Sukoharjo – Pada tahun 2018 ini, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah mengembangkan mina padi seluas 18 hektar di Desa Dalangan Kecamatan Tawangsari dan Desa Geneng Kecamatan Gatak.
Hal itu diungkapkan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya di sela kunjungan permanent representatives 8 negara dan FAO ROMA bersama FAO Indonesia, Kementrian Luar Negeri, Kementrian Kelautan, Perikanan dan Kementrian RI di Balai Desa Geneng Kecamatan Gatak Kabupaten Sukuharjo, Kamis (1/11).
Dalam sambutannya, bupati mengatakan, produksi padi mina padi mencapai 9,69 ton perhektar GKP.
“Ini lebih tinggi dibandingkan dengan non mina padi rata-rata 8,60 Ton per hektar GKP. Keuntungan yang lain adalah adanya efisiensi biaya produksi dari pengurangan pupuk dan tidak menggunakan pestisida,” kata dia.
Tambahan produksi ikan rata-rata 1.000 Kg / hektar dengan penjualan beras mina padi dengan kelebihan harga Rp 5.000, per kg dibanding beras non mina padi.
”Kami selaku Pemda berkomitmen terhadap pelaksanaan mina padi di Kabupaten Sukoharjo untuk terus berlanjut dan berkembang di tahun 2019 menjadi minimal 25 hektar. Kami masih terus berharap dukungan anggaran baik dari FAO, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah serta dinas-dinas yang terkait untuk mengembangkan Mina Padi, “terangnya.
Kunjungan permanent representatives 8 Negara dan FAO ROMA dihadiri sekitar 150 orang dan hadir. Hadir dalam kesempatan itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Dandim 0726/Skh Letkol Inf Candra Ariyadi Prakosa, Camat Gatak Sumi Rahayu, Danramil Gatak Kapten Inf. Samingun, Kapolsek Gatak AKP Yulianto, Kepala Desa Geneng Widjono.edit
















