Tradisi tahunan ini dilakukan untuk membersihkan sungai, sehingga saat musim penghujan tiba sungai telah bersih dan tidak terjadi banjir.
Warga laki-laki, tua dan muda serta kaum perempuan sejak pagi beramai-ramai turun ke sungai. Mereka yang datang tidak hanya warga yang tinggal di Purworejo saja, namun warga dari luar Kabupaten Purworejo pun ikut meramaikan tradisi dengan terjun ke sungai itu.
Setelah tutup pintu air dibuka dan air sungai menjadi dangkal, sambil membersihkan sampah, warga menangkap ikan dengan berbagai alat seadanya seperti jaring atau jala bahkan dengan tangan kosong.
Sementara itu warga lain, Ngadirun (50) menuturkan bahwa terdapat berbagai jenis ikan yang ada di sungai Silekor. Rata-rata warga yang ikut terjun ke sungai bisa membawa pulang sekitar 5 kilogram ikan.
![]() Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
|
“Ada banyak ikan seperti melem, lele, nila, kutuk dan lain-lain, ini saya dapat banyak alhamdulillah. Rata-rata warga yang ikut menangkap ikan bisa membawa pulang sekitar 5 kg-an,” tuturnya.
Ikan-ikan yang hidup secara alami di sungai itu, sengaja tidak ditangkap selama satu tahun. Baru setelah tradisi bersih sungai digelar, warga diperbolehkan untuk menangkapnya.
“Memang tidak ditangkap selama setahun biar berkembang biak alami, dan tradisi ini sudah lama ada. Semoga nanti kalau musim hujan datang tidak terjadi banjir karena sungainya sudah bersih,” pungkasnya.
(sip/sip/edit)
















